Persindonesia.com Karangasem – Sekda Sedana Merta selaku Ketua Satgas PMK Kabupaten Karangasem membuka kembali pasar hewan ternak khususnya Sapi di Pasar Hewan di Kecamatan Bebandem, Jumat 30 September 2022 pagi.
Pasca penyebaran penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan sapi ini, penjualan memang sempat diperketat. Kini, pemerintah Kabupaten Karangasem, seperti yang disampaikan Sekda Sedana Merta mulai memberikan kelonggaran. Namun, ada beberapa point penting yang harus ditaati penjual atau peternak serta pembeli saat melakukan transaksi.
Wagub Cok Ace Saksikan Penganugerahan Universitas Udayana Award pada Menkopolhukam RI Mahfud MD
Salah satunya, penjual harus memastikan ternak sapi yang dijual di pasar ini bebas PMK. Begitu ternak akan diturunkan dari mobil pickup,sudah harus disemprot disinfektan. Sekda juga meminta masyarakat agar ikut mengawasi dan melaporkan jika terlihat ada tanda sapi yang terinfeksi PMK diperjualbelikan.
Sekda Sedana Merta juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah melalui DiKoperindag Karangasem juga akan memasang spanduk himbauan terkait penanganan dan pencegahan PMK ini.
Respon Cepat Polisi Terhadap Kasus KDRT Lesti Kejora Dengan Terlapor Rizky Billar
Ia berharap dengan dibukanya pasar hewan kembali,akan menggerakan roda perekonomian masyarakat khususnya petani dan peternak di Karangasem, meski di tengah situasi inflasi yang juga tinggi.
“Saya harap semua bisa disiplin. Penjual dan pembeli bisa ikut serta menekan angka penyebaran dan dampak PMK ternak ini bahkan hingga dititik nol. Sehingga apa yang jadi harapan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah dapat terwujud,” tutupnya.
Imbas Proyek Box Culvert, beberapa rumah warga jadi begini
Untuk diketahui, menurut laporan Diskoperindag Kab. Karangasem,hari pertama dibuka kembali pasar hewan Bandem ada sebanyak 85 ekor sapi masuk dengan jumlah sapi laku sebanyak 61 ekor. Nilai transaksi yang dihasilkan mencapai kurang lebih Rp 297,4 Juta (Rp. 297.400.000,-).






