Saat Nekropsi Sebelum Dikubur, Petugas Temukan Dugaan Pencurian Gigi Paus Sperma

Persindonesia.com Jembrana – Kerumunan warga masih memadati Pantai Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, untuk menyaksikan langsung bangkai paus sperma raksasa yang terdampar. Di balik ramainya perhatian publik, tim nekropsi justru menemukan adanya indikasi perusakan dan percobaan pengambilan gigi paus oleh orang tak dikenal.

Sejak pagi, kawasan pantai masih dipadati warga yang datang untuk menyaksikan langsung mamalia laut berukuran jumbo tersebut. Antusiasme warga membuat petugas harus bekerja ekstra karena sejumlah pengunjung nekat mendekati area pemeriksaan meski telah dipasang garis pembatas dan terpal penutup.

Hingga sore sekitar pukul 18.00 Wita, proses nekropsi belum selesai dilakukan. Selain kondisi bangkai yang besar, tim juga menghadapi kendala cuaca akibat hujan deras yang mengguyur lokasi.

Bupati Kembang Canangkan BBGRM dan HKG PKK ke-54 di Pantai Keramat: “Gotong Royong Adalah Nafas Bernegara”

Relawan Jaringan Satwa Indonesia (JSI), drh. Abdullatif Muhammad, mengatakan paus yang diperiksa merupakan paus sperma betina sepanjang 17 meter. Pemeriksaan baru dapat dimulai siang hari karena sebelumnya terkendala kondisi air laut pasang.

“Paus ini berjenis kelamin betina dengan panjang kurang lebih 17 meter. Karena kemarin air pasang, proses nekropsi baru bisa dimulai siang tadi,” ujarnya di lokasi.

Menurutnya, terdapat beberapa kemungkinan awal penyebab kematian paus tersebut. Salah satunya adalah kondisi terdampar di perairan dangkal yang menyebabkan organ dalam kehilangan daya topang air.

Seorang Wanita Paruh Baya di Mojokerto Tewas Akibat Dianiaya Oleh Menantu Sendiri

Saat paus berada di laut, massa tubuhnya ditopang oleh air. Namun ketika terdampar, organ-organ dalam menerima tekanan akibat gravitasi atau dikenal dengan istilah crush syndrome.

Selain itu, paus juga berpotensi mengalami gangguan pernapasan. Lubang pernapasan atau blow hole yang berada di bagian atas tubuh dapat kemasukan air ketika tubuh paus terguncang ombak saat terdampar.

“Bisa juga terjadi seperti tenggelam karena air masuk ke blow hole ketika tubuhnya terus terombang-ambing,” jelasnya.

Antisipasi Daging Diambil Warga, Bangkai Paus 15 Meter Dijaga Polisi Semalaman

Untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, tim telah mengambil lebih dari 20 sampel dari tubuh paus. Sampel tersebut meliputi organ dalam, jaringan kulit, hingga material untuk pemeriksaan DNA di laboratorium.

Di tengah proses tersebut, tim menemukan adanya dugaan perusakan pada bagian mulut paus. Beberapa bagian menunjukkan retakan yang diduga akibat upaya paksa untuk mengambil gigi.

“Kami menemukan indikasi upaya pengambilan gigi. Ada retakan dan bekas congkelan di area mulut,” kata Abdullatif.

Kunjungi Klungkung, Anggota DPR RI Samuel Dorong Pemerintah Perkuat UMKM

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengatakan personel kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

Pengamanan dilakukan guna mencegah adanya pencurian daging maupun bagian tubuh paus lainnya. Polisi bahkan berjaga semalaman di area pantai.

“Anggota sudah melakukan pengamanan sejak kemarin dan bermalam di lokasi. Setelah nekropsi selesai, bangkai paus akan dikubur sekitar 100 meter dari bibir pantai,” ujarnya. TS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *