PERSINDONESIA.COM – Pengelolaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Bangli tidak selamanya bisa berjalan mulus. Buktinya beberapa desa dan kelompok pengelola sistem penyediaan air minum yang mendapat bantuan dari program nasional melalui Kementerian PUPR ini justru kini menyerahkan pengelolaanya ke pihak Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli Dewa Gede Ratno Suparso Mesi saat dikonfirmasi tidak menampik jika ada beberapa desa yang sebelumnya untuk pemenuhan akan air bersih mendapat bantuan lewat program Pamsimas justru kini menyerahkan pengelolaanya ke PDAM.
Baca Juga : Air PDAM Bangli Kembali Normal Pasca Sempat Ngadat Beberapa Hari
Adapun alasan desa / kelompok menyerahkan pengelolaan ke PDAM karena penerima manfaat dari Pamsimas tidak kuat menanggung biaya operasional. Bahkan ada sudah sejak lama tidak beroperasi lagi.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi menyampaikan saat dikonfirmasi tidak menampik jika ada beberapa desa yang sebelumnya memiliki Pamsimas mengajukan permohonan ke PDAM Bangli untuk kelanjutan pengelolaanya.
“Alasanya karena tidak kuat lagi menanggung biaya operasional yang cukup tinggi”, ujarnya, Sabtu (16/5).
Lebih lanjut disampaikan, adapun desa/dusun yang mengajukan permohonan pengelolaan Pamsimas ke PDAM diantaranya Desa Belantih, Daup,Tandang (Batur Tengah), Manikliyu, Selulung dan Mabi. “Terkait permohonan kita telah turun melakukan kroscek ke lapangan dan kita sedang melakukan analisa,” sebut Dewa Rono.
Kata Dewa Rono hampir sebagian besar untuk pengelolaan air lewat Pamsimas menggunakan tenaga mesin pompa dan sudah barang tentu butuh biaya operasional yang besar.
Baca Juga : SMK Negeri 1 Unjuk Gigi, Cendol dan Mochi Jadi Primadona Pameran UMKM HUT Bangli ke-822
Sementara di sisi lain untuk jumlah penerima manfaat dari program Pamsimas di tiap desa, jumlahnya bervariasi dari 10 sambungan rumah (SR) dan terbesar 78 SR.
“Dengan penyerahan pengelolaan tentu akan dibarengi penyerahan aset dan pelanggan ke PDAM”, kata Direktur PDAM asal Kelurahan Kawan ini. (*)






