Wali Kota Pangkalpinang bersama Gubernur Babel melakukan peletakan baru pertama pembangunan Unit Sekolah Baru SMA Negeri 5 Pangkalpinang, Selasa (7/7/2026)
Pangkalpinang, persindonesia.com –
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi memulai pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 5 Pangkalpinang, melalui prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama, di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Rangkui, Selasa (7/7/2026).
Pembangunan sekolah ini diharapkan menjadi solusi, atas tingginya kebutuhan akses pendidikan menengah bagi masyarakat, khususnya di kawasan Air Kepala Tujuh, Tua Tunu, dan sekitarnya.
Prosesi peletakan batu pertama dipimpin Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, didampingi Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, Wakil Wali Kota, serta jajaran pemerintah daerah.

Gubernur Hidayat Arsani mengatakan pembangunan SMA Negeri 5 merupakan bentuk komitmen pemerintah, dalam memperluas pemerataan layanan pendidikan, sekaligus mengatasi persoalan keterbatasan daya tampung sekolah, yang selama ini kerap terjadi setiap tahun ajaran baru.
“Hari ini kita buktikan bahwa persoalan sekolah yang selama ini dialami masyarakat Tua Tunu mulai kita selesaikan. Anak-anak tidak perlu lagi sekolah jauh dan antre panjang karena keterbatasan kuota. Kita juga mengusulkan penambahan ruang kelas agar seluruh siswa bisa tertampung,” kata Hidayat Arsani saat diwawancarai usai kegiatan.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Bangka Belitung yang tidak memperoleh hak pendidikan, karena keterbatasan biaya maupun persoalan zonasi.
“Tidak boleh ada lagi anak yang tidak sekolah. Ada uang atau tidak ada uang, pemerintah harus hadir. Pendidikan adalah hak seluruh anak dan menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegas Hidayat.

Menurutnya, pembangunan sekolah baru juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Bangka Belitung. Ia menyebut capaian pendidikan provinsi tersebut terus mengalami peningkatan, dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Sementara itu Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pemerintah pusat, atas pembangunan SMA Negeri 5 yang dinilai telah lama dinantikan masyarakat.
“Ini menjadi kebutuhan masyarakat Pangkalpinang, khususnya warga Air Kepala Tujuh dan Tua Tunu. Selama ini akses ke SMA negeri cukup jauh, sehingga dengan hadirnya SMA Negeri 5, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan layanan pendidikan,” ujarnya.
Saparudin menjelaskan lahan pembangunan sekolah merupakan aset milik Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan luas sekitar lima hektare. Kawasan tersebut memang telah dipersiapkan sebagai kawasan pendidikan.
Selain SMA Negeri 5, Pemkot Pangkalpinang juga berencana membangun SMP Negeri 12, di lokasi yang sama pada tahun 2027.
“Lahan ini memang kami siapkan untuk pendidikan. SMA Negeri 5 dibangun tahun ini, sedangkan SMP Negeri 12 direncanakan mulai dibangun tahun depan, setelah proses perencanaan selesai,” ungkapnya.
Dengan hadirnya SMA Negeri 5 Pangkalpinang, pemerintah berharap pemerataan akses pendidikan semakin baik, daya tampung siswa bertambah, serta persoalan zonasi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat diminimalkan. (B2N)






