Persindonesia.com Jembrana – Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan terhadap sapi Bali untuk hewan kurban mengalami lonjakan signifikan. Tak hanya permintaan, harga sapi pun ikut meningkat seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban.
Di salah satu sentra penjualan sapi di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, permintaan dari luar Bali seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan meningkat tajam. Dibandingkan hari biasa, permintaan naik hingga 30 hingga 40 persen.
“Menjelang Idul Adha, permintaan sapi meningkat sekitar 30 sampai 40 persen,” ujar Agung Setiawan, pengelola tempat penjualan sapi di Melaya, Jumat (16/5). Ia menyebutkan, jika biasanya pengiriman ke satu daerah tujuan hanya sebanyak 8 truk berisi 24 ekor sapi (total 192 ekor) per bulan, kini jumlah tersebut melonjak menjadi sekitar 30 truk per bulan.
Bimtek Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dorong Perpustakaan Jadi Pintu Kesejahteraan Masyarakat
Selain volume permintaan, harga sapi Bali juga mengalami kenaikan. “Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp45.500 per kilogram,” terangnya.
Untuk menjamin kualitas dan kesehatan hewan kurban, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner terus melakukan pemeriksaan ketat terhadap sapi-sapi yang akan dikirim ke luar daerah.
“Kami tetap melakukan pemeriksaan terhadap semua hewan kurban, baik sapi maupun kambing, yang akan dikirim maupun yang dijual di Bali, khususnya di Jembrana,” kata Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya.
Resahkan Peternak, Isu PMK di Jembrana Dibantah Keras: Status Tetap Zero!
Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan terhadap sapi yang akan dikirim keluar Bali, namun juga terhadap hewan kurban yang dijual di pasar lokal. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang disembelih saat Idul Adha nanti dalam kondisi sehat dan dagingnya aman dikonsumsi masyarakat. Ts






