Sejumlah Warga Pecoro Jember Sempat Mengungsi ke Masjid Akibat Banjir Lumpur

Jember, Persindonesia.com – Banjir disertai lumpur melanda sejumlah rumah warga di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember Jawa Timur, pada Kamis (20/1/2022) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat, sebanyak 10 warga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

“Ada 10 warga Desa Pecoro Kecamatan Rambipuji yang terpaksa mengungsi ke Masjid Baiturohman setempat,” kata Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo.

Komitmen, TRC PPA Bersama FOSKAPDA Kembali Bagikan Puluhan Tas Sekolah

Heru mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memang mengguyur beberapa wilayah Kabupaten Jember pada Kamis sore hingga malam. Akibatnya, debit air di Sungai Petung mengalami kenaikan. “Sungai Petung mengalami kenaikan debit air, air sungai berwarna keruh coklat dan berlumpur yang masuk ke permukiman warga setinggi 70 cm sampai 90 cm,” jelasnya.

Banjir disertai lumpur itu membuat beberapa bagian rumah warga tergerus akibat arus Sungai Petung yang deras. “Beberapa desa yang terdampak banjir lumpur berada di Kecamatan Rambipuji, Panti dan Bangsalsari, bahkan ada 10 warga Desa Pecoro di Rambipuji terpaksa mengungsi ke masjid setempat,” kata Heru.

Waspadai Banjir tahunan, Bupati Hendy: Segera Lakukan Treatmen di Hulu Sungai Kali Jompo

Petugas dan relawan BPBD Jember telah berada di lokasi melakukan asesmen dan membantu warga terdampak banjir. “Kami mengimbau kepada warga untuk menjauhi aliran sungai yang debit airnya sangat deras dan Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan kegiatan penanganan sejak Kamis (20/1) malam,” pungkasnya. (Yudi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *