Aktivitas Tambang Ilegal Garap Taman Hutan Raya Bukit Mangkol

Persindonesia.com Mangkol – Taman Hutan Raya (Tahura) adalah kawasan pelestarian alam untuk koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya,budaya, pariwisata dan rekreasi.

Berdasarkan fungsi ekologi, TAHURA dapat mendaur ulang karbon melalui lebatnya pepohonan di kawasan tersebut. Sedangkan ditinjau dari manfaat hidrologi, taman hutan raya dapat menjadi bagian dari siklus air sebagai penyimpan cadangan air tanah, membantu tata kelola air dan pelestarian sumber mata air.

Tetapi sangat disayangkan sewaktu Tim media,Kamis 21/04/2022 sekira pukul 13.23 WIB mendatangi lokasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Mangkol masih ada aktiftas penambangan yang di duga ilegal bahkan beroperasi di DAS sungai Mangkol yang merupakan area konservatif yang dikelola oleh Kelompok Pencinta Alam Bujang Squad.

Saat team media melakukan investigasi di lapangan, team menemukan sedikitnya puluhan Mesin TI yang sedang beroperasi.

 

Saat team media mulai mendekat, para penambang liar memilih untuk melarikan diri dan meninggalkan mesin tambang di aliran DAS.

Media mencoba melakukan konfirmasi kepada Ibu Lintas Ardati selaku Pengelolaan SDA Dinas Lingkungan Hidup Bangka Tengah dan Pembina Kelompok Pencinta Alam Bujang Squad sekitar pukul 17.11 WIB melalui pesan singkat whatsapp.

Ketika ditanya mengenai adanya penambangan yang diduga ilegal Ibu Lintas Ardati mengatakan,” Terima kasih infonya pak, Lokasi dimana ini pak, Baik pak biar di cek Pamhut,”tegasnya.

Pada kesempatan ini Ibu Lintas Ardati juga sudah mendapatkan info penambang dari Gakum dan sudah meminta untuk Tim mengecek kelapangan lalu juga sudah kordinasi dengan Polsek Simpang Katis dan nanti saya juga menunggu laporan tim yang dilapangan,”Terangnya.

Team media melanjutkan konfirmasi kepada Perkumpulan Bujang Squad yang ditunjuk untuk mengelola Tahura Bukit Mangkol terkait adamya penambangan di lokasi Tahura tersebut, namun sayang sampai berita diturunkan media belum berhasil melakukan konfirmasi dari Perkumpulan Pecinta Alam Bujang Squad.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *