PANGKALPINANG PERSINDONESIA.COM – Bukit Mangkol yang dijadikan sebagai area Konservasi Tahura sekaligus digunakan sebagai sarana rekreasi di Bangka Tengah sudah digulirkan semenjak ditetapkannya Bukit Mangkol sebagai Tahura pada tahun 2016.

Tahura Bukit Mangkol sebagaimana tempat rekreasi wisata dibangun, dikelola untuk menarik wisatawan agar berdatangan ke lokasi tersebut.
Saat Tim media,Kamis 02/06/2022 sekira pukul 13.17 WIB melalui pesan singkat Whatsapp melakukan konfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup terkait Tahura dan pemanfaatannya, Kadis LH Bangka Tengah Ari Yanuar Prihatin mengatakan :
Dulu kawasan itu masuk dalam hutan konservasi dan dikaranakan ada potensi untuk kepentingan umum sehingga menjadi Taman Hutan Raya untuk kepentingan umum, meliputi penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan pariwisata. Pengelolaannya di tetapkan oleh menteri kehutanan kepada Bupati Bangka Tengah pada tahun 2016. Baru sekitar 5 tahun lebih Kabupaten menangangni kawasan tersebut, mungkin dalam pelaksanaannya belum maksimal dan ada kendala terkait dengan potensi yang ada di dalamnya.
Lebih lanjut saat ditanyakan terkait terjadi kelalaian oleh pengelola Taman Tahura Bukit Mangkol Kadis LH Bangka Tengah Ari Yanuar Prihatin menuturkan :
Kalau terjadi kesalahan pada pihak pembantu kami ( Bujang Squad-red ) tentu akan kami berikan peringatan dan pembinaan serta sanksi,” Tegas Ari Yanuar.
Ketika ditanya tentang keselamat para Pengunjung dan adanya potensi yang membahayakan pengunjung, Kadis LH Bangka Tengah mengatakan, bahwa hal itu masih dievaluasi bahkan malah menunjuk bahwa di Kabupaten Bangka Tengah masih banyak yang tempat wisata yang berpotensi membahayakan para pengunjung.
Adanya korban meninggal pada lokasi rekreasi Tahura Bukit Mangkol adalah kejadian musibah dalam pemanfatan sarana rekreasi, dan ini sangat kami sesali juga menjadi evaluasi bagi kami, Tuturnya.
DLH Bangka Tengah setelah kejadian ini menutup sementara lokasi Air Terjun dan sekarang ini melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Tahura. Mengenai pendalaman menurut tim dilapangan ini dilakukan untuk mengangkat endapan pasir, dari tim juga dalam pemanfatan lokasi itu sudah dilakukan peringatan keselamatan kepada pengunjung, kedepan memang ini akan menjadi evaluasi menyeluruh bagi kami, karna masih ada tempat tempat rekreasi di Bangka Tengah yang punya potensi tentang keselamatan pengunjung,”Tutup Ari Yanuar.
Dengan adanya kejadian meninggalnya bocah dan statment dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah tentang potensi yang membahayakan keselamatan pengunjung masih ada di beberapa lokasi wisata di Bangka Tengah.
Media akan melakukan konfirmasi kepada Dinas Pariwisata Bangka Tengah benarkah seperti itu ? jika benar seperti itu kok bisa dengan mudahnya perijinan yang dikeluarkan untuk pariwisata tanpa memandang unsur keselamatan para pengunjung, Namun sayang sampai berita di tayangkan belum ada konfirmasi dari dinas Pariwisata Bangka Tengah maupun Lembaga OSS DPM PTSP selaku pemberi ijin setiap usaha pariwisata.(Tim).






