Selama 2 Tahun Ditutup, Bupati Jembrana Buka Pasar Rakyat Pergung

Persindonesia.com Jembrana – Sejak diberlakukan PPKM dimasa pandemi Covid-19, Pasar Rakyat Pergung ditutup saat Hari Raya Galungan dan Kuningan, yang biasanyanya pasar rakyat tersebut dibuka pada saat hari. Kini selama sudah 2 tahun ditutup, Pasar Rakyat Pergung kembali dibuka pertama kalinya bersamaan dengan mereda kasus Covid-19 di Kabupaten Jembrana.

Terlihat saat di hari raya Galungan, setelah masyarakat melakukan persembahyangan, masyarakat sangat antusias berkunjung ke Pasar Rayat Pergung. Seperti halnya komentar salah satu warga bernama Dwi asal Kecamatan Mendoyo, dirinya datang bersama keluarganya setelah melakukan persembahyangan di rumahnya maupun di pura. Rabu (8/6/2022).

Rawan Pencurian, Tim Tembak Siaga Patroli di Wilayah Bangkinang Kota

“Saya sangat senang Pasar Pergung kembali dibuka di hari raya, jadinya kami bisa kembali jalan-jalan bersama anak dan keluarga untuk bermain dan berbelanja setelah selama 5 kali hari raya ditutup. Mudah-mudahan covid tidak muncul lagi agar pasar ini yabf dibuka setiap hari raya bisa terus diadakan,” harapannya.

Sementara Sekretaris Panitia Pasar Rakyat Pergung yang juga sebagai Kelian Dinas Banjar Baler Pasar Desa Pergung I Putu Parta Parmita mengatakan, semenjak covid yang terakhir, Pasar Rayat Pergung ditutup sekitar tahun 2020, sudah ada 5 kali hari raya Galungan dan Kuningan tidak ada. “Ya sekitar 2 tahun ditutup karena covid.

Pemuda Viral Ajak Adu Jotos Polantas Bondowoso Minta Maaf

Hari raya Galungan dan Kuningan ini, lanjut Parta, pasar rakyat kembali dibuka, dikarenakan covid di Jembrana khususnya sudah mereda dan hampir normal. “Sebelum dibuka kami sebelumnya sudah mengajukan perijinan untuk peminjaman tempat lapangan kepada pihak kecamatan, selanjutnya kami mengajukan perijinan ke Satgas Covid Kabupaten Jembrana dan juga ke Polsek Mendoyo serta Polres Jembrana dan akhirnya disetujui, sehingga untuk hari raya kali ini dibuka secara normal,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Untuk para pedagang yang ikut jualan di Pasar Rakyat Pergung, seperti biasa ada warga lokal, pedagang dari luar Jembrana dan kali ini dari pemerintah daerah juga ikut berpartisipasi melalui UMKM Kabupaten Jembrana. Pasar Rakyat Pergung ini dimulai pada tanggal 7 Juni 2022 sampai hari Minggu tanggal 19 Juni 2022 tepatnya di manis Kuningan.

Di Demo Massa Bima Asahan, Warga Mengaku Diuntungkan Dengan Adanya IRIAN Market

“Terkait parkir, kami dari pihak panitia memang tidak menyediakan tempat parkir, akan tetapi tempat parkir pengunjung diserahkan langsung kepada masyarakat sekitar yang mempunyai lahan yang luas agar tidak para pengunjung parkir disisi jalan. Untuk distribusi dari para pedagang yang ikut berjualan di pasar rakyat, itu dikelola oleh Desa Adat Pergung, diperuntukan nantinya untuk membantu warga memperingankan beban terkait upacara pitra yadnya (ngaben masal gratis). Ini merupakan program desa adat selama 2 tahun sekali kita mengadakan ngaben masal gratis untuk warga Desa Adat Pergung,” ungkapnya.

Ditempat yang berbeda, Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang juga sebagai Ketua Satgas Kabupaten Jembrana, saat dikonfirmasi awak media via telphon mengatakan, ini merupakan kerinduan masyarakat Jembrana, selama 2 tahun pasar tersebut tidak dibuka, pasca meredanya pandemi pasar tersebut kembali dibuka  pertama kalinya.

Kronologi Penangkapan Pimpinan Khilafatul Muslimin di Jateng dan Lampung

“Dikarenakan ada momentum dikarenakan Jembrana sudah terbebas dari covid, agar ekonomi masyarakat bisa berjalan secara normal kembali, kita buka pasar tersebut. Kami juga menempatkan stan-stan UMKM Jembrana disana. kita agar bisa dikenal lebih dalam ke masyarakat Jembrana khususnya dan masyarakat luar Jembrana pada umumnya,” pungkasnya. (S)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *