Persindonesia.com Jembrana – Munculnya kasus iuran IBI saat peringatan HUT IBI beberapa waktu lalu di keluhkan oleh para bidan non ASN kabupaten Jembrana. iuran yang yang harus dibayarkan untuk anggota IBI bidan delima Rp 430 ribu rupiah pertahun, untuk iuran anggota IBI baru Rp 675 ribu rupiahdiawal pendaftaran. Sedangkan untuk anggota IBI yang bukan bidan delima dikenai iuran Rp 390 ribu
Atas iuran tersebut yang dirasa sangat memberatkan, beberapa anggota non ASN merasa keberatan yang diberlakukan oleh organisasinya. Selain iuran tersebut mereka mengaku wajib membayar biaya untuk kegiatan seperti HUT IBI dan seminar dikenakan sebanyak 100 ribu rupiah per orang. hal tersebut dirasa sangat memberatkan dimana gaji ang mereka dapatkan sebagai non ASN belum mencukupi untuk pembayaran iuran.
Wagub Sumsel Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Sumsel Cup 2022
Terkait keluhan bidan non ASN tersebut Ketua IBI Jembrana, Ni Luh Muliastri mengaku saat dikonfirmasi awak media via telphon mengatakan, pada saat rapat sudah ditentukan besaran iurannya. Hal tersebut sudah ketentuan dari induk organisasi di pusat. Minggu (19/6/2022)
“Itu tidak bisa kita kurangi besarannya, iurannya kita tidak bisa merubah sama sekali. pada saat rapat kan sudah ditentukan dan itu sudah menjadi kesepakatan dan sudah dibuat sesuai dengan AD-ART kami. Terkait besarnya iuran masih senjangnya penghasilan dan kemampuan finansial antara bidan ASN dengan bidan non ASN,” terangnya.
Cuman Butuh 3 Minggu Gubernur Koster Tuntaskan Masalah Agraria Kali Unda
Ia mengaku, organisasi IBI tidak ada pembedaan bidan ASN maupun bidan non ASN posisinya sama tidak memandang senior, PNS, kontrak. Seperti di PKK. “Kami sudah memberi yang bisa kita lakukan bagi kontrak, abdi atau yang tidak bekerja, kami berikan untuk mencicil membayarnya, tidak seperti yang lain. Informasi iuran tersebut rasanya ada kesalahan dan tidak sampai keseluruh anggota,” ungkapnya.
Terkiat keuangan, lanjut Muliastri, pihaknya sudah mempertanggungjawabkan setiap bulannya melalui korwil (kordinator wilayah) di masing-masing kecamatan. Kendati tidak bisa menyiapkan, pihaknya mengaku berusaha mengkordinir teman-teman. Kalau yang ada yang memang perlu asisten, kami sudah sarankan mengajak adik-adik yang belum kerja. “Tapi kalau kami mencarikan pekerjaan kami mohon maaf. Itu tergantung personnya masing-masing,” jelasnya.
Pemkab Jembrana Serahkan Punia 180 Juta Pembangunan Aula Pura Agung Blambangan
Kas organisasi IBI Jembrana, imbuh Muliastri, yang terkumpul juga akan diarahkan untuk program karir bidan. Pihaknya juga membutuhkan sponsor untuk membiayai kegiatan organisasi. “Kas IBI Jembrana yang terkumpul selama ini kami berencana untuk pembelian lahan untuk membangun klinik praktek bersama untuk menampung bidan non ASN,” katanya.
Lebih jelasnya ia mengatakan, dengan adanya berita seperti ini, pihaknya pun akan mengadakan konsolidasi internal organisasi IBI Jembrana. “Terkait dengan STR, kami di Jembrana punya tim khusus untuk mengurusi STR anggota. Kami berusaha memberikan kemudahan agar prosesnya bisa cepat . persoalan ini merupakan masukan positif bagi kami, setelah rapat nanti kami akan menjajagi seluruh anggota,” tutupnya. Red Bali






