Pertandingan 8 Besar Liga Jembrana Ricuh, Antar Suporter Saling Ejek

Persindonesia.com Jembrana – Situasi pertandingan 8 besar Liga Jembrana dikahir pertandingan ricuh antar suporter mereka saling ejek setelah kekalahan PS Persinuri Desa Nusasari, Kecamatan Melaya melawan PS Putra Pahlawan Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana dengan skor akhir 1-2 dengan kemenangan PS Putra Pahlawan.

Kericuhan terjadi sekira pukul 17.30 wita pada hari Kamis 4 Agustus 2022 bertempat di Lapangan Pecangakan. Berawal saat babak kedua PS Putra Pahlawan menyamai kedudukan dengan skor 1-1, dimana pada babak pertama PS Persinuri unggu 1-0 atas PS Putra Pahlawan. Kericuhan saling ejek terjadi saat PS Putra Pahlawan mengakhiri pertandingan dengan skor 1-2.

Bangkitkan Sektor Mikro, Bupati Tamba Buka Angkringan 88 di Pekutatan

Kapolsek Jembrana IPTU I Putu Budi Santika saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut, ia menerangkan saat babak kedua kedudukan menjadi 1 sama saat itulah mulai kedua suporter menjadi tegang dan saling ejek. “Sampai akhir babak kedua skor berubah menjadi 1-2 dengan kemenangan Ps. Putra Pahlawan ejekan antar suporter terlihat lebih keras,” bebernya.

Ia melanjutkan, saat pertandingan berakhir, para pemain menuju ruang ganti saat itulah salah satu pemain PS Putra Pahlawan melintas didepan tribun suporter PS Persinuri. “Salah satu pemain berteriak terkesan mengejek, sehingga suporter PS Persinuri tersinggung dan mendatangi area ruang ganti pemain PS Putra Pahlawan dengan berteriak-terika mencari pemain yang mengejek tadi,” ucapnya.

Gubernur Wayan Koster Buka PICA Fest 2022 Wujud Dukungan Ekonomi Kreatif Digital

Pihaknya sudah mengingatkan kepada pengawas pertandingan supaya meredam jika ada lagi suporter yang memanas saling ejek. “Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, kami akan melakukan pengamanan lebih ketat lagi, kami juga ingatkan kepada seluruh pemain terutama para suporter agar menjaga ketertiban, jangan sampai terjadi hal yang tidak di inginkan. Tidak hanya untuk saat ini saja, namun selama kompetisi Liga Jembrana ini selesai dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara Ketua Umum Askab PSSI Jembrana, I Ketut Tulis saat dikonfimasi via telphone mengatakan kericuhan disebabkan oleh aksi ejekan seoraang pemain kepada suporter lawan. Namun kericuhan tersebut sudah berhasil diredam pihak kepolisian. “Sebenarnya tidak ricuh, mereka hanya terpancing setelah bermain. Itu menurut Ketua Panpel yang di lapangan kemarin,” jelasnya.

Ungkap Kasus Curat, 6 Pelaku Berhasil Diamankan Dit Reskrimum Polda Bali

Terkait sanksi terhadap pemain, menurutnya tidak ada sanksi. Sebab, pada peristiwa tersebut tidak sampai mengakibatkan adanya pemukulan dan hal lainnya yang berpotensi menimbulkam korban. “Kita sebenarnya sudah tekankan ke semua club agar bermain secara aman. Tapi yang kemarin hanya hampir terjadi. Mereka hanya saling ejek saja,” ujarnya.

Jelasnya Tulis mengatakan,memasuki laga 4 besar seluruh tim akan dilakukan teknikal meeting (TM) ulang. Dalam regulasi pada kompetisi juga ada sanksi yang sudah diatur. Misalnya, ketika ada salah satu pemain yang melakukan tindakan yang menimbulkan kericuhan hingga pemukulan akan berdampak ke tim.

Babinsa Gilimanuk Kembali Gagalkan Pengiriman Ternak Kambing Masuk Bali

“Sanksi terberat ya timnya yang bersangkutan tidak boleh ikut kompetisi lagi. Dan beruntung juga kemarin pengamanan dari petugas kepolisian sangat sigat. Kami sangat apresiasi,” tutupnya. Vlo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *