Persindonesia.com Jembrana – Warga sekitar Jembatan Bilukpoh memperhatikan beberapa petugas memotong kayu balok sisa banjir bandang di lokasi bencana. Kayu tersebut menghantam jembatan dan rumah warga. Beberapa orang tersebut datang membawa truk dan menggunakan Chainsaw untuk memotong kayu.
Warga yang tinggal di lokasi bencana hanya bisa menonton aksi mereka, dan beberapa warga juga berceloteh “Pak jangan kayu saja yang dibawa, sampah juga diambil biar bersih” kilah salah satu warga yang bernama Made Putra Darmawan 51 tahun yang sedang menonton pemotongan kayu.

Dirinya mengeluhkan, seperti tahun sebelumnya mereka hanya memotong kayu saja dan sampah ditinggalkan. “Kejadian seperti itu sudah pernah terjadi di tahun sebelumnya, mereka bawa Chainsaw memotong kayu menaikan ke truk dan ditinggal sampahnya,” tuturnya.
Gorong-gorong di Jalan gatsu Barat Jebol Dipantau langsung Walikota Jaya Negara
Kayu-kayu besar tersebut menyapu habis rumahnya tanpa menyisakan apapun. “Rumah saya habis semua tersapu banjir, hanya tersisa kayu-kayu besar berserakan di halaman rumah, dan ini sudah mulai ada yang mengambil. Kalau memang relawan tujuannya membersihkan sisa banjir bandang ini, jangan hanya kayunya saja dong diambil,” tandasnya.
Sementara salah seorang kordinator pemotong kayu, Kadek Pardana 37 tahun ditemui mengatakan, dirinya memotong kayu atas inisiatif sendiri untuk membersihkan dari rumah-rumah warga. “Kita membantu warga disini untuk memindahkan kayu yang menutupi halaman maupun rumah warga, ini murni kegiatan kemanusiaan, tidak ada maksdu apapun dibalik kegiatan kami disini,” jelasnya.
Disinggung mengenai hasil pemotongan kayu tersebut, ia mengaku, dirinya tidak tahu bawa kemana kayu tersebut. “Saya tidak tahu mau dibawa kemana, saya disuruh BPBD untuk membantu membersihkan kayu-kayu ini. Kalau ada masyarakat yang mau membantu silahkan dibantu,” katanya.
Kapolri Tegaskan Kapolda yang Tak Mampu Kembalikan Kepercayaan Publik Akan di Evaluasi
Pardana juga mengatakan, kayu-kayu sisa banjir tersebut seluruhnya kayu sampah, dan tidak dapat digunakan untuk bahan membuat bangunan, “kayu sampah semua ini, kayu dari hutan tidak ada yang bagus, cuman ukurannya besar-besar, jadi tidak ada yang bisa digunakan untuk membangun, paling hanya bisa digunakan untuk membuat steger saja,” tambahnya.
Ia menghimbau kepada pengusaha-pengusaha lain yang memiliki alat berat lainnya agar dapat membantu warga dalam membersihkan sisa banjir ini. “Harapannya masyarakat lain baik itu pengusaha yang memiliki alat, seperti pemotong kayu, atau alat berat yang lainnya agar bisa disumbang menolong warga, sehingga warga cepat dapat membersihkan rumah,” tandasnya. Sur






