Persindonesia.com Jembrana – Pasca cuaca yang tidak bersahabat bebepa bulan di Kabupaten Jembrana ditambah lagi dengan hujan lebat dan banjir bandang kerugian di bidang pertanian terutama padi dan juga panili kian merosot.
Kondisi lahan sawah yang paling parah terjadi di Kecamatan Mendoyo, sedangkan hampir setiap desa yang ada di pegunungan terutama di Banjar Palunganbatu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, buah panili yang sedang berbunga tidak bisa diselamatkan, adapun yang sudah berbuah mengalami kerusakan, buahnya terlihat kecil-kecil dan busuk.
Sidak Apotek dan Toko Obat, Ini Sirup Yang Diwaspadai
Sementara terkait lahan sawah di Kecamatan Mendoyo, diketahui sebanyak 20 hektar sawah gagal panen yang berada di wilayah Penyaringan. Padi yang menjelang panen rusak. terlihat padi tersebut tumbang lantar terkena hujan lebat dan banjir.
Saat dikonfirmasi awak media via whatsapp Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama menuturkan lahan berbagai komoditi yang mengalami rusak ringan 111,72 ha, rusak sedang 72,47 ha dan berat 120,78 ha. Sementara khusus tanaman padi yang rusak berat 61,31 ha se Jembrana. Selasa (25/10/2022).
Gubernur Bali Memperoleh Anugerah Atas Kebijakan Energi Bersih
Untuk lahan sawah, lanjut Sutama, yang paling rusak parah terjadi di Kecamatan Mendoyo terutama di Desa Penyaringan. Untuk di Mendoyo yang banyak kena di Subak Penyaringan dan Jagaraga. “Dari pengamatan dan pendataan ke subak maupun petani, sebagian besar padi yang sudah menjelang panen yang rusak,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, Sutama mengaku masih melakukan pendataan berupaya mencari bantuan untuk rancangan bantuan danDTT. “Saat ini kami siapkan data saja dulu, mana yang rusak ringan, sedang, berat. Terutama yang berat ini dan berisiko kerugian petani,” ucapnya.
Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembunuhan Berencana
Karena lebih banyak padi, menurutnya pasti akan berdampak juga pada produksi padi di Kabupaten Jembrana tahun ini. Tetapi menurutnya tidak terlalu signifikan. Apalagi lebih banyak yang baru turun tanam. “Sejumlah petani di subak wilayah Mendoyo yang sudah hampir panen, gagal lantaran lahan terendam air dan lumpur,” pungkasnya. Sur/Wr






