Persindonesia.com Jembrana – Sudah ketiga kalinya banjir bandang melanda Sungai Bilukpoh yang menenggelamnya puluhan rumah warga, untuk kedepannya warga yang terdampat banjir bandang akhirnya mau direlokasi ke lokasi lahan yang aman dari banjir. Rencananya relokasi akan dilakukan di tanah milik Provinsi Bali seluas 1 hektar di Desa Penyaringan.
Saat dikonfirmasi awak media Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, terkait korban bencana banjir bandang, warga akan direlokasi ke lokasi baru. “Dari hasil rapat di provinsi, warga yang akan direlokasi adalah warga yang terdampak banjir bandang Sungai Bilukpoh sebanyak 45 KK, Desa Penyaringan sebanyak 15 KK dan warga Kelurahan Tegalcangkring sebanyak 30 KK,” ungkapnya. Kamis (27/10/2022)
Tiga Kali Dihantam Banjir, Jembatan Bilukpoh Akan Diganti Baru
Artana menegaskan, relokasi ini baru rencana. Lokasinya nanti rencananya di Desa Penyaringan lahan milik Provinsi Bali seluas 1 hektar. Warga terdampak banjir bandang khususnya yang mengungsi ke posko pengungsian di Balai Tempek 5 Kertasari di Lingkungan Bilukpoh Kangin juga akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak yakni di mes SMPN 4 Mendoyo. “Kalau disana saya rasa warga mau. Memang, kita perbaiki dulu karena ada yang rusak seperti pintu kamar mandi,” ujarnya.
Sementara salah satu warga bernama I Gusti Komang Putra mengatakan, dirinya jika direlokasi setuju, akan tetapi tempat relokasinya kalau bisa masih di lingkungan Bilukpoh. ”Kami setuju direlokasi,akan tetapi kalau bisa relokasinya masih Lingkungan Bilukpoh, biarpun saya disuruh nyicil saya siap,” jelasnya.
Pemkab Jembrana Diminta Bentuk Tim Jagawana Oleh Dewan
Sementara salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan jembatan Bilukpoh menambahkan, kalau dirinya direlokasi juga setuju akan tetapi bertepatan rumahnya mendaping merejan gede dan luas tanahnya 5 are meminta semua dinilai. ”Saya siap dipindah akan tetapi luas tanah saya 5 are lengkap dengan merajan gede, saya minta semua dinilai,” pungkasnya. vlo






