Kembali! Aksi Balap Liar di Pantai Yeh Kuning Berhasil Diamankan Polisi

Persindonesia.com Jembrana – Kerap dijadikan lokasi trak-trekan (balap liar) yang meresahkan warga di sekitar, tepat pada hari Minggu 21 Mei 2023 sore hari. Mendapat informasi dari warga, petugas kepolisian kembali turun ke pesisir pantai Yeh Kuning. Dalam operasi tersebut petugas kepolisian dibantu Pecalang setempat berhasil mengamankan 3 orang pelaku balap liar.

Saat dikonfirmasi Kapolsekta Jembrana Iptu I Putu Budi Santika membenarkan telah mengamankan 3 pelaku balap liar yang meresahkan warga di Pesisir Pantai Yeh Kuning, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana sekira pukul 16.00 wita. “Totalnya ada 4 orang yang kita amankan, 1 orang diamankan pada Minggu kemarin. Hari ini kita amankan 3 pelaku,” terangnya. Senin (22/5/2023).

Masyarakat Papua Sambut Baik Taman Baca Satgas Yonif 143/TWEJ

Ia mengaku, selain mengamankan 3 pelaku, pihaknya mengamankan sepeda motor yang dipakai pelaku balap liar dan saat sudah diamankan di Mapolsek Jembran. “Ketiga pelaku termasuk anak dibawah umur mereka merupakan pelajar disalah satu sekolah SMA di Jembrana, diantaranya berinisial PG 17 tahun, PS 16 tahun dan YGR 14 tahun. Dalam operasi ini kami juga didukung oleh pecalang desa setempat,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya mendapatkan laporan, terkait dengan aksi trak-traken yang kerap terjadi di pantai Yeh Kuning. Hal tersebut merupakan pelanggaran lantaran dilakukan di pesisir pantai yang tidak tepat untuk aktivitas seperti itu. “Banyak ada nelayan disana dan juga ada orang yang berekreasi bersama anak-anak di pantai ini sangat berbahaya bagi mereka. Selain itu warga sekitar juga mengeluhkan dampak negatif yang ditimbulkan,” ujarnya.

Pencurian Celana Dalam di Jembrana Resahkan Warga

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Budi juga mengaku, terus memantau aktivitas yang meresahkan warga maupun pengunjung pantai, dirinya bertekad melakukan penindakan dan penertiban sebelum nantinya menimbulkan korban. “Kami juga memanggil orang tua ketiga pelaku tersebut untuk memberikan agar ikut memberikan arahan kepada anaknya untuk tidak mengulanginya,” katanya.

Budi juga menghimbau kepada masyarakat terutama anak-anak muda, agar tidak melakukan balap liar yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. “Pantai bukan tempatnya untuk trak-trekan banyak orang berkunjung dan ada nelayan yang beraktifitas disana. Jika ada lagi pelanggaran, kami akan tidak tegas,” tegasnya. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *