Persindonesia.com Jembrana – Dihantam banjir bandang sebanyak 3 kali pada saat banjir bandang di Sungai Bilukpoh 5 bulan lalu DAM tempat pembagian irigasi yang mengairi 2 subak di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana belum diperbaiki sehingga ratusan hektar sawah sampai sekarang tidak berpungsi.
DAM yang dihantam banjir bandang mengairi 2 subak diantaranya Subak Telepus dengan luas kurang lebih 120 hektar dan Subak Jagaraga diperkirakan luas hampir 300 hektar. Akan tetapi Subak Jagaraga dengan swadaya membuka saluran air di Sungai Bilukpoh dengan urunan setiap anggota.
Mulya Koto, Ketum MPSU Minta Walikota Medan, Copot Suwarno Sebagai Dirut PD Pasar Kota Medan
Kelian Subak Telepus I Ketut Sukayasa saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak bisa bekerja di sawah sudah kurang lebih 6 bulan sejak banjir bandang di Sungai Bilukpoh pada bulan November 2022 lalu lantaran DAM tempat sumber irigasi subak berubah akibat banjir. Selasa (6/6/2023)
“Sudah 3 kali kami perbaiki aliran air di DAM akan tetapi lagi dihantam banjir. Total kerugian kami sebelumnya untuk memperbaiki saluran irigasi tersebut sampai menyewa alat berat sebesar kurang lebih Rp. 100 juta rupiah. Itu kami berusaha akan tetapi pada akhirnya tidak berhasil,” terangnya.
Sosialisasi Revitalisasi Pasar Negara, Pedagang Menolak Desain Bangunan
Menurutnya, pihaknya sampai sekarang tidak bisa bekerja lagi di sawah, hanya beberapa anggota subak yang menanam palawija dengan sumber air melalui sumur bor. “Kami telah mengajukan proposal melalui pemerintah desa kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana, kami menunggu tindal lanjutnya” ucapnya.
Pihaknya berharap supaya mempercepat perbaikan di DAM agar sawah subak bisa kembali dialiri dan petani padi bisa kembali bekerja. “Hanya ini mata pencaharian kami, kalau lama seperti ini apa kami makan,” ucapnya.
Bupati Tamba Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Umum Negara
Sementara Kabid Perairan Kabupaten Jembrana I Gede Sugianto mengaku sudah melaporkan dan meneruskan surat permohonan ke balai, selain itu pihaknya juga sudah pernah ketemu dengan kepala balai saat kunjungan ke Jembrana. “Mudah-mudahan di anggaran perubahan untuk buat senderan untuk di subak. Karena hantaman banjir jadinya alur sungai berubah sehingga tidak bisa mengairi subak.
Sugianto juga mengaku, kepala balai beserta jajarannya direncanakan minggu depan berkunjung ke Jembrana beserta jajarannya. “Kami mohon bersabarlah, kami masih berjuang,” tandasnya. S






