Persindonesia.com Jembrtana – Cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang tinggi yang terjadi akhir-akhir ini akhirnya menelan korban jiwa. Pada hari Sabtu tanggal 22 Juli sekira pukul 21.50 wita, tepat 50 meter dari garis pantai Selat Bali tepatnya di Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana terjadi kecelakaan laut perahu nelayan terbalik, dilaporkan 1 orang meninggal dunia.
Identitas korban yang meninggal dunia bernama BEJAN, panggilan akrab Marijan, pria berusia 49 tahun asal Kelurahan Gilimanuk. Bersama dengan dua penumpang lainnya, yaitu Dwi Aman Siswanto (29 tahun) beralamat di Lingkungan Arum Timur, Kelurahan Gilimanuk, dan seorang pria bernama Carli, mereka berlayar untuk mencari ikan menggunakan satu perahu.
Amukan Si Jago Merah Kali Ini Melanda Kawasan Hutan Produksi Blok Arak-Arak
Saat dikonfirmasi Kompol I Dewa Putu Werdhiana membenarkan kejadian tersebut, ia menjelaskan, bermula sekitar pukul 20.30 wita, ketika ketiga penumpang berangkat melaut. “Sekira pada pukul 21.50 wita, perahu yang mereka tumpangi terbalik, berjarak sekitar 50 meter dari garis pantai,” jelasnya. Senin (24/7/2023)
Menurutnya, korban sudah dievakuasi dan di bawa ke Puskesmas Gilimanuk, korban tidak tertolong, meninggal dunia di setelah mendapatkan perawatan. “Korban sempat dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) namun pada pk 22.55 wita, korban dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.
Mulya Koto Ketum MPSU Minta KPK RI Turun Tangan Terkait Proyek Lampu Pocong
Di sisi lain, dua penumpang lainnya, Dwi Aman Siswanto dan Carli, berhasil selamat dari insiden tersebut. “Keluarga korban sudah membawa pulang jenazahnya ke rumah duka. Mengingat cuaca buruk angin kencang serta gelombang tinggi, kami berharap para nelayan jangan melaut utnuk sementara waktu, menunggu cuaca membaik,” himbauannya. Sur






