Persindonesia.com Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana mengalami defisit anggaran tahun 2023, hal tersebut dibahas saat Rapat Raripurna VIII DPRD Jembrana masa persidangan III tahun 2022/2023 pada hari Senin (28/8).
Beberapa fraksi DPRD Jembrana Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta melakukan penyisiran anggaran di masing-masing OPD, diminta juga untuk mengatasi defisit anggaran fraksi juga menyarankan cara melakukan pinjaman daerah ke Bank Daerah.
Polda Jatim Musnahkan Barang Bukti
Saat dikonfirmasi, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengaku, untuk mengatasi defisit anggaran yang terjadi, dirinya sudah mendapatkan jalan keluar sehingga, difisit yang terjadi bisa terselesaikan.
“Defisit sudah selesai dan tidak ada lagi, difisit kita sudah nol, kita melakukan refocusing anggaran dan astungkara mendapatkan bantuan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dari pada perubahan stastus HPL ke HGB di Pekutatan, kita masih dalam penyusunan,” terangnya. Selasa (29/8).
Rapat Paripurna DPRD Jembrana Tetapkan Dua Ranperda Menjadi Perda, Bupati Tamba Beri Apresiasi
Menurutnya, bantuan itu diperoleh dari salah satu investor yang akan menanamkan uangnya untuk membangun fasilitas hiburan kelas dunia, yang akan berdiri di Taman Kerti Bali Semesta di wilayah Kecamatan Pekutatan.
“Dari BPHTB kita akan mendapatkan bantuan dana, Adapun besarannya kita masih dalam tahap penyusunan anggaran,” pungkasnya. (Sur)






