Persindonesia.com Jembrana – Dampak dari fenomena El Nino, petani padi di Jembrana, mengalami gagal panen akibat kekeringan. Hal ini disebabkan oleh suplai air dari hulu yang menyusut.
Petani di Subak Kedua, Kelurahan Lelateng, Negara, mengaku tanaman padinya sudah tidak mendapatkan suplai air sejak tanaman padi tumbuh bulir sebulan terakhir. Puluhan hektar tanaman padi di kawasan tersebut kini mengering.
Salah seorang petani, I Komang Indrayasa, mengatakan bahwa kondisi tidak adanya pasokan air dari hulu juga diperparah dengan tingkat keasaman tanah yang tinggi.
Lomba Burung Perkutut Bupati CUP 2023, Upaya Lestarikan Perkutut Lokal
“Luas tanaman padi di Subak Kedua yang terdampak kekeringan mencapai 50 hektare,” kata Indrayasa. Minggu (3/9/2023)
Ia bersama petani lainnya kini memilih menjadikan tanaman padi yang gagal panen untuk pakan ternak.
Hal serupa juga dialami oleh I Ketut Sujana, pemilik sawah di Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung Negara dan di Lingkungan Pancardawa Kelurahan Pendem Jembrana.
Akhirnya! Cucu Kakek Terseret Arus di Pengambengan Ditemukan Mengambang
“Dari sawah 2 hektar lebih, sekarang hanya dapatnya gabah tiga kampil sekitar 150 kg,” kata Sujana.
Baik Indrayasa maupun Sujana mengaku tidak menggunakan sumur bor karena biaya operasionalnya yang tinggi.
“Kalau pompa sumur habis solar Rp 50 ribu per jam, tapi karena panas, air cepat meresap dan kering lagi,” kata Indrayasa.
Ketua TP PKK Bali, Ny. Putri Koster Sosialisasi Tentang Perpustakaan Digital
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, mengatakan bahwa kekeringan di Jembrana disebabkan oleh fenomena El Nino.
“Kami sudah melakukan pendataan dan akan memberikan bantuan kepada petani yang terdampak,” kata Sutama. Sur






