Denpasar (Persindonesia) – Masyarakat Bali terkenal dengan budaya gotong royong dalam menjalankan berbagai hal, budaya ini bahkan sudah terkenal di seluruh dunia yang tentunya menjadi kebanggaan tersendiri.
Secara khusus PJ.Gubernur Bali Made Mahendra Jaya mengajak Warga Bali untuk gotong royong (ngerombo) salah satunya untuk menurunkan stunting dan mengentaskan kemiskinan ekstrim yang masih ada di Bali.
Lebih lanjut PJ Gubernur Bali menjelaskan , ada beberapa istilah Gotong Royong yang merupakan warisan leluhur Bali diantaranya ;
“Mesilih-Bahu”, istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu silih dan bahu.
Silih artinya meminjam dan bahu arti harfiahnya bahu.
Dalam konteks ini, bahu yang dimaksud adalah bahu binatang, khususnya binatang yang digunakan dalam pengolahan tanah seperti sapi dan kerbau.
“Meslisi”, meslisi terbentuk dari kata dasar slisi, yang merupakan jenis gotong royong yang berarti membantu secara bergantian.
Hal ini sering dilakukan masyarakat dalam banyak aspek kehidupan, seperti bertani, bidang pembangunan, atau kerajinan masyarakat.”
“Ngrombo” jenis berikutnya adalah ngrombo yang dikerjakan seseorang sekelompok orang untuk membantu orang atau kelompok tertentu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan bantuan tenaga tambahan sehingga pekerjan yang dihadapi seseorang atau kelompok yang memerlukan bantuan dapat diringankan dan dipercepat penyelesaiannya.
Demikianlah sekelumit pesan Bapak Mahendra Jaya, selaku PJ Gubernur Bali, dalam bincang bincang santai hingga tengah malam di kediaman Jaya Sabha.
Tim.






