Persindonesia.com Jembrana – Lantaran jarak jauh dari RSJ Bangli, kini RSU Negara mempunyai 2 spesialis kedokteran jiwa. Dari data di RSU Negara setiap bulannya rata-rata ada 10 pasien yang dirawat dengan gangguan yang berbeda-beda. Hingga saat ini ada lebih dari 500 orang dengan gangguan jiwa berat di Jembrana.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, jumlah pasien ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) dari tahun 2022 sebanyak 595 orang, sedangkan di tahun 2023 sampai bulan Oktober sebanyak 679 orang. Hal tersebut menandakan pasien dengan gangguan jiwa di Kabupaten Jembrana cenderung mengalami peningkatan.
Diduga Kelelahan Sopir Angkut Logistik Pemilu Ditemukan Meninggal Dunia, Polsek Denut Amankan TKP
Spesialis Kedokteran jiwa dr Tri Oktin Windha didampingi Kabid Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSU Negara dr Gusti Ngurah Putu Adnyana, Rabu (29/11/2023) mengatakan penanganan pasien jiwa di RSU Negara sejatinya sudah ada sejak Oktober 2022 lalu.
Pihaknya menyiapkan ruangan dilengkapi 4 tempat tidur dan dilengkapi teralis. “Ini di ruang Flamboyan. Di Puri Rahayu juga disiapkan satu ruangan dengan teralis itu untuk tahanan dan biasanya dijaga petugas kepolisian,” katanya. Rabu (29/11/2023).
Partai Demokrat Awali Kampanye di Jembrana
Menurutnya, ruangan khusus tersebut juga untuk menampung calon legislatif (caleg) yang mengalami depresi saat gagal menjadi dewan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
“Disini kami merawat pasien jiwa yang masih bisa kami tangani dan masih tahap depresi. Namun jika sudah gangguan jiwa berat dan sampai mengamuk juga membahayakan kami rujuk,” jelasnya.
Jembrana Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Sehat Nasional
Meningkatnya pasien jiwa setiap tahunnya tidak terlepas dari faktor biologis, psikologi, sosial, lingkungan, keluarga juga budaya serta ekonomi. “Pasca pandemi peningkatan pasien jiwa cukup banyak. Namun peningkatan dari tahun ke tahun komulatif.
“Saat ini ada satu pasien yang kami rawat dan kini sedang menjalani cuci darah. Ya kami rawat bersama dokter lainnya. Karena biasanya kondisi fisik akan mempengaruhi psikis, demikian juga sebaliknya. Karena itu kita juga berusaha mencegah agar tidak sampai mengalami gangguan jiwa berat,” pungkasnya. Sur






