Persindonesia.com Jembrana – Selama pasca kemarau panjang akibat dampak el nino, air PDAM digunakan untuk sosial, menyalurkan air bersih ke masyarakat yang mengalami krisis air bersih dibeberapa wilayah di Kabupaten Jembrana. Meskipun adanya kemarau panjang dimana air PDAM digunakan untuk sosial, PDAM sampai saat ini mengalami keuntungan sampai ratusan juta rupiah, berbeda dengan tahun sebelumnya kerugian mencapai miliaran rupiah
Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Jati Kabupaten Jembrana I Gede Puriawan mengatakan, penyaluran air bersih untuk sosial kepada masyarakat yang kekurangan air pasca kemarau itu dihitung masuk ke ke kehilangan air (Non Revenue Water/NRW). “Di tahun 2022 kehilangan air tercatat sekitar 29 persen didalamnya ada kehilangan air setandar sebanyak 25 persen. Jika diketahui tingkat kehilangan air nasional sebanyak 30 persen,” ucapnya. Jumat (01/12/2023).
Sementara untuk di tahu 2023 kehilangan air sampai saat ini sebanyak 30 persen, lanjut Puriawan, itu sudah termasuk bantuan sosial pasca dampak musim kemarau. “Kehilangan air setandar sebanyak 25 persen itu melalui dari proses produksi dan distribusi seperti kebocoran pipa dan dan juga kehilangan air dengn fungsi sosial,” jelasnya.
Menhan Prabowo Serahkan Delapan Unit Helikopter H225M
Selain itu, kata Puriawan, kehilangan air saat kemarau panjang disebabkan adanya petugas instansi lain yang mengambil langsung di hydrant-hydrant dan tidak melaporkan ke PDAM. “Kita tidak bisa mengunci langsung, dikala ada situasi darurat agar cepat petugas pemadam ngambil air langsung di hydrant tersebut,” jelasnya.
Pihaknya berencana akan menggunakan kunci kaca sekali pakai di hydrant yang tersebar di Kabupaten Jembrana. “Yang mengetahui kunci tersebut hanya PDAM dan Damkar saja. Pemasangan kunci kaca sekali pakai untuk meminimalisir seseorang mengambil air di hydrant, jika memang ada yang merusak kunci tersebut selain pemadan kita bisa ketahui,” terangnya.
Selama ini pihaknya merasa kecolongan di hydrant yang tidak bisa mereka cek. Prtugas yang megambil air langsung biasanyanya mereka langsung melapork dan semua sudah tercatat. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Damkar sebelumya.
Program Menjemput Karma, Berbagi Kasih Dengan Anak Stanting Kurang Mampu
Ia mengaku, kehilangan air dari tahun 2022 sampai 2023 memang ada peningkatan, selain untuk sosial juga ada kehilangan dalam proses produksi dan distribusi, tidak tertutup kemungkinan ada pencurian air, oleh sebab itu, pihaknya sudah membentuk Tim Penertiban Sambungan. “Kita juga sudah membentuk tim yang disebut Tim Penertiban Sambungan yang bertugas untuk mengecek sambungan-sambungan yang tidak berekening,” ungkapnya.
Puriawan juga mengaku, selama kemarau panjang di beberapa titik sumur milik PDAM megalami kekeringan, yang menyebabkan 3 pompa mengalami kerusakan. “3 pompa rusak saat kemarau panjang, karena sumur milik PDAM yang berusia sudah tua megalami kekeringan, airnya habis dan pompa menyedot lumpur saja sehingga mengalami kerusakan, akan tetapi proses produksi dan distribusi tetap berjalan lancar,” ucapnya.
Lebih jelasnya … mengatakan, terkait dengan untung dan ruginya, sebelumya di tahun 2022 PDAM mengalami kerugian sebanyak Rp. 1,4 miliyar. “Selama saya menjabat mulai di tahun 2023 sampai bulan Oktober kemarin kita mengalami keuntungan sebangak Rp. 500 juta rupiah. Ya merurut perhitungan sampai akhir bulan Desember kita mengalami keuntungan Rp. 700 juta rupiahm” pungkasnya. Sur






