Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Mangkrak, Ganti Rugi Lahan Warga Tak Jelas

Persindonesia.com Jembrana – Proyek pembangunan jalan tol Jagat Kerthi Bali Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,84 kilometer yang dimulai sejak September 2022 lalu, hingga saat ini belum ada perkembangan dan terkesan mangkrak.

Penyebab mangkraknya proyek ini belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah pihak menduga bahwa penyebabnya adalah masalah pembebasan lahan.

Salah seorang warga yang rumahnya terdampak pembangunan jalan tol Gilimanuk mengatakan tanahnya sebelumnya sudah diukur untuk alih fungsi jalan tol, namun hingga kini belum menerima informasi kelanjutan ganti rugi yang dijanjikan.

Astaga! Caleg di Jembrana Bagi-bagi Rokok Ilegal untuk Cari Simpati

Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak pemerintah provinsi Bali terkait pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Namun, belum ada progres. “Kita tunggu saja prosesnya,” katanya

Anggota DPRD Bali dari Partai Golkar ini mengaku mendukung pembangunan jalan tol dan infrastruktur Bali. Menurutnya, pembangunan jalan tol bisa terwujud keseimbangan baru, mulai sektor primer, sekunder, pertanian, jasa, dan pariwisata.

Pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali Gilimanuk-Mengwi direncanakan rampung pada tahun 2028. Namun, saat groundbreaking, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono secara khusus meminta agar jalan tol tersebut dapat rampung pada tahun 2025.

Warga Pakisan di Gegerkan Penemuan Mayat di Kebun Tebu

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengembang atau pemerintah terkait penyebab mangkraknya proyek pembangunan jalan tol Jagat Kerthi Bali Gilimanuk-Mengwi. dar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *