Rumput Laut di Perancak Berubah Menjadi Cuan, Warga Berlomba-lomba Memulung

Persindonesia.com Jembrana – Rumput laut atau sargassum yang sebelumnya menumpuk di bibir pantai dan menjadi sampah, kini menjadi incaran warga karena memiliki nilai ekonomis sebagai bahan kosmetik.

Sejak kehadiran pengepul sargassum di wilayah Perancak yang membeli hasil panen rumput laut kering dari warga, banyak masyarakat Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, baik pria maupun wanita, berlomba-lomba memulung rumput laut di pantai.

CSR dan Sponsorship Tanpa Mekanisme Anggaran

Warga lain bernama Suarjana, yang mengumpulkan rumput laut dengan jaring, mengaku dalam seminggu dia berhasil mengumpulkan 2 sampai 3 kwintal rumput laut. “Biasanya kami keringkan dulu selama setengah atau satu hari, tergantung cuacanya,” jelasnya. Kamis (9/5/2024)

Ia mengaku, dulu rumput laut tidak laku dijual dan sebagai sampah dan kini laku dijual. Harga rumput laut saat ini turun dari Rp 2.000 per kilogram menjadi Rp 1.400 per kilogram. “Ada pengepul yang ambil dan katanya dikirim ke Jawa untuk membuat kosmetik,” ujarnya.

Tiga Orang Konten Kreator YouTube, Diamankan Reskrim Polda Jatim

Suarjana mengatakan dia memulung rumput laut dari pagi hingga sore, terutama saat air laut mulai surut.

Warga lainnya bernama Wayan Derna, juga mengaku bahwa saat purnama atau tilem, rumput laut pasti banyak yang terdampar di pantai. “Memulung rumput laut dapat menambah penghasilan keluarga kami selain melaut,” ucapnya.

Pemprov Bali Serahkan Bantuan Rumah Sejahtera Terpadu Di Desa Tukad Sumaga

Sebelumnya, pada tahun 2023, sempat terjadi permasalahan/polemik pengambilan rumput laut di Perancak oleh nelayan/warga. Masalah ini sempat dimediasi oleh Polsek Jembrana. Untungnya, polemik tersebut sudah selesai dan warga merasa aman untuk mencari rumput laut. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *