Persindonesia.com Jembrana – Pantauan awak media, sebanyak 6 sekolah swasta termasuk 2 sekolah kejuruan di kabupaten Jembrana masih bertahan hingga saat ini diantaranya, SMA Firdaus, SMA Diponegoro dan SMA Gilimandala, beda halnya dengan SMA Ngurah Rai Negara yang sampai saat ini masih bertahan dan tidak menerima murid baru, yang hanya melanjutkan sisa murid sampai tamat.
Sementara sekolah swasta kejuruan pariwisata yang terpantau, SMK Marsudirini malah sebaliknya, di tahun ini terjadi peningkatan jumlah siswa baru. Sama halnya dengan SMK TP45 Negara juga mengalami peningkatan jumlah siswa baru.

Saat dikonfirmasi Kepala SMA Ngurah Rai Drs. I Ketut Parmadi melalui via whatsapp secara singkat mengatakan, pihaknya masih bertahan dalam proses belajar mengajar untuk kelas 3 saja sebanyak 6 orang. “Kita hanya melanjutkan untuk kelas 3 saja mengantar sampai tamat. Pendaftaran tahun ini memang ada siswa yang mendaftar, akan tetapi kita alihkan ke negeri,” ucapnya. Selasa (16/7/2024).
Sukses JSDDD, Bupati Tamba Didapuk Menteri Desa Jadi Pembicara Tingkat Nasional
Sementara Kepala SMK Marsudirini Negara Imelda mengaku di tahun ajaran ini menerima peningkatan jumlah siswa baru dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun lalu kami mendapatkan siswa baru sebanyak 125 orang dan di tahun ajaran ini kami mendapatkan siswa baru sebanyak 180 orang,” ujarnya.
Adanya peningkatan siswa baru, ia mengaku, lebih menunjukkan kualitas sehingga sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat Jembrana. “Di sekolah ini kami lebih cenderung menunjukkan kualitas pelayanan. Biarpun kami sekolah yang tidak gratis seperti sekolah negeri, akan tetapi masyarakat tidak memikirkan uang lagi, mereka memikirkan kualitas. Kami juga menerima beberapa siswa pindahan dari sekolah negeri,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Kepala SMK TP 45 Negara I Gusti Ayu Ketut Sukartini mengatakan di tahun ini pihaknya menerima peningkatan jumlah siswa baru, lebih besar tahun tahun ajaran sebelumnya. “Saat ini kami menerima siswa baru sebanyak 129 orang. Sebelum pandemi covid 19 di tahun 2019 kita juga pernah menolak siswa baru sebanyak 200 orang karena sudah penuh,” jelasnya.
TKI Asal Manistutu Meninggal di Jepang
Ia mengaku, setelah pandemi Covid 19 terjadi penurunan jumlah siswa. Saat kondisi sudah mulai mereda saat new normal, penerimaan siswa baru kembali meningkat. “Dari tahun 2021 sudah mulai meningkat. Kita masih dipercaya oleh masyarakat Jembrana karena mereka melihat alumni sebelumnya hampir semua sudah bekerja itu intinya. Kami memang benar-benar mendidik anak-anak yang berkompeten siap untuk bekerja sesuai dengan tujuan Pendidikan,” pungkasnya.






