Ribuan Bibit Ayam Hangus Terbakar di Jembrana, Peternak Merugi Miliaran

Persindonesia.com Jembrana – Sebuah musibah kebakaran melanda kandang ayam milik I Made Wastika di Lingkungan Petapan Persidi, Jembrana, pada Senin (29/7) pagi. Api berkobar hebat menghanguskan seluruh bangunan dan menyebabkan sekitar 12.000 ekor bibit ayam mati terbakar.

Kepala Satpol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya membenarkan kejadian tersebut, ia menuturkan, kejadian tersebut terjadi Senin (29/7) pagi sekitar pukul 07.00 wita, saat kedua karyawan kandang masih sedang tertidur. “Karyawan kandang saat itu dibangunkan oleh warga setelah terjadi kebakaran di kandang dan menghanguskan 12 ribu bibit ayam yang datang baru 10 hari yang lalu,” terangnya. 

Olah TKP Pemuda Gantung Diri, Diduga Masalah Asmara

Menurut keterangan karyawan kandang, lanjut Leo, sebelumnya mereka sempat mengontrol keadaan kandang dan ayam sekira pukul 00.00 wita dan terakhir di control pada pukul 04.00 wita. “Mereka mengaku, ayam-ayam yang hangus terbakar telah berumur 10 hari. Ayam yang masih kecil tersebut di hangatkan dengan pemanas berbahan bakar gas yang dimulai pada hari Minggu tgl 28 Juli 2024 sekira pukul 16.00 Wita,” ungkapnya.

Sebelum kejadian, menurut pengakuan karyawan kandang, mereka mengecek keadaan ayam setiap jam dan terakhir pada pukul 03.00 wita. “Saat itu kandang dalam keadaan aman. Pada pukul 07.00 wita kandang beserta ayam hangus terbakar yang diketahui oleh warga. Pengakuan pemilik kandang, kandang ayam miliknya belum memiliki ijin SIUP hanya memiliki izin UMKM dari Desa setempat,” jelasnya.

Pastikan Tidak Terlibat Judol, Propam Polres Klungkung Cek HP Anggota

Disinggung terkait penyebab kebakaran tersebut, Leo menuturkan, pengakuan pemilik, kandang yang berisi bibit ayam terpasang pemanas yang tergantung diatas lantai berjarak 1 meter. “Dugaan kami kebakaran diakibatkan oleh jatuhnya salah satu alat pemanas ke lantai dan membakar sekam yang ada di lantai. Kami menafsirkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar,” ucapnya.

Menurut pengakuan pemilik, imbuh Leo, kandang tersebut dikontrakan oleh korban kepada pengusaha asal Denpasar seharga Rp 5 juta rupiah sekali panen. “Selain 12.000 ekor bibit ayam hangus terbakar, juga ditemukan 20 tabung gas isi 12 kg dan 12 buah alat pemanas ikut terbakar. Kami mengerahkan 4 unit Damkar, sekira pukul 08.50 wita api baru bisa dipadamkan. Kejadian itu masih dalam penyelidikan tim identifikasi dari polres,” pungkasnya. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *