Persindonesia.com Jembrana – Seorang petani yang merupakan pensiunan guru bernama I Ketut Bagiada 67 tahun asal Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ditemukan meninggal dunia di sawah miliknya di Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Mendoyo Jembrana sekira pukul Rabu (21/8/ 2024) sekira pukul 21.00 wita.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Mendoyo Kompol I Dewa Gede Artana membenarkan kejadian tersebut. Ia menuturkan, korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya dalam keadaan sudah meninggal dunia. “Korban ditemukan oleh sepupunya dalam keadaan tengkurap di sawah,” terangnya.
Dukung Percepatan Ekspor Desa Wisata, DPKP Prov JaTim Geber Sekolah Lapang Bersama PENS
Awalnya, lanjut Artana, korban berangkat ke sawah dari rumah sekitar pukul 15.00 wita untuk membersihkan sawah (nampadin). “Di Lokasi korban bersama dua sepupunya yang juga sedang membersihkan sawah masing-masing. Sekira pukul 17.30 wita kedua sepupu korban mendahului pulang untuk memberi makan ternak di di sebelah barat sawah,” jelasnya.
Saat itu, kata Artana, sepupunya hendak pulang kerumah dengan melewati sawah milik korban, akan tetapi saat di cek korban sudah tidak ada ditempat dan di putuskan sepupu korban mencari dirumah korban. “Sepupu korban juga tidak menemukan korban di rumahnya, dan diputuskan kedua sepupu korban kembali ke sawah untuk mencari korban,” ucapnya.
Oktav, Penjambret Kalung Dagang Nasi Ditangkap Polisi
Mengingat, imbuh Artana, korban sering memancing ke laut kedua sepupu korban mencari di seputaran pantai. “Korban dicari di pantai juga tidak ada. Mereka memutuskan mencari korban di sawah milik korban. Mereka menemukan korban di sawah milik korban sekira pukul 21.15 wita sudah dalam meninggal dunia,” ungkapnya.
Menurut penuturan keluarga korban, kata Artana, korban memiliki riwayat penyakit sesak nafas akut yang sudah bertahun-tahun. “Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas I Mendoyo, di tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan. Keluarga korban juga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya. Dar






