Cerita PMI Jembrana Pasca Perang di Libanon

Persindonesia.com Jembrana – Setelah difasilitasi oleh KBRI di Negara Libanon, Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Jembrana Ni Ketut Santi Suryaningsih 31 tahun asal asal Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana tiba dirumahnya pada Sabtu (12/10) sekira pukul 01.00 wita dini hari. Kedatangannya membawa kisah yang begitu mencekam, pasca perang di Negara Libanon.

Saat dikonfirmasi, Santi mengatakan, ditempat tinggalnya, setiap malam merasa mencekam lantaran dirinya mendengar puluhan kali suara ledakan dekat dengan timpat tinggalnya serta dekat dengan tempat kerjanya, bahkan dua pekan sebelum pulang ke Indonesia, suara ledakan terus terdengar.

“Di malam hari sekira pukul 11 hingga pukul 4 dinihari suasana sangat mencekam karena suara ledakan boom, saya tidak bisa tidur karena was-was bom tersebut menimpa tempat tinggal saya. Sebelumnya lingkungan ditempat saya sangat nyaman, sejak perang terjadi suasana menjadi mencekam, ledakan boom semakin hari semakin dekat,” ungkapnya. Minggu (13/10/2024).

Pj. Gubernur Bali Kunjungi Turyapada Tower, Atasi Blank Spot dan Dorong Ekonomi Buleleng

Dalam sehari, ia bisa mendengar puluhan kali suara ledakan akibat peristiwa perang di Lebanon. Suara sirene ambulans yang mengevakuasi korban bom kini menjadi hal biasa baginya. Dirinya mengaku sangat was-was tinggal di gedung tempat tinggalnya, takut gedung tersebut roboh

“Malam hari sampai puluhan kali mendengar suara ledakan bom. Dan itu jelas sekali terdengar. Mungkin karena jaraknya yang dekat. Awalnya jaraknya sekitar 20 menitan dari tempat tinggalnya, tetapi belakangan ini hanya berjarak sekitar 5 menitan,” jelasnya.

Ia mengaku, selama tinggal disana pasca perang dirinya merasa trauma mendengar ledakan boom dan suara tembakan. “Saya bekerja disana selama hampir 2 tahun, dari bulan Januari 2023 lalu. Kami sangat berterima kasih kepada KBRI disana sudah memfasilitasi kepulangan kami ke Indonesia.

Massa Bangli Membludak Sambut Koster-Giri, Tembus 5 Ribu Orang 

Meskipun suasana di negara Libanon dalam tragedy perang, dirinya mengaku ingin kembali bekerja kesana. Selain sangat membutuhkan pekerjaan, negara tersebut juga dianggap sebagai tempat yang nyaman dan indah baginya. Ia berharap kondisi di Lebanon segera membaik dan peristiwa perang pun usai.

“Sebelum perang suasana disana sangat damai dan aman. Semoga perang cepat berlalu sehingga saya ingin kembali bekerja disana,” harapannya. TS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *