Bangli,PersIndonesia.Com- Seorang pelajar bernama IKS (18) asal Banjar Taksu Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ditemukan tidak bernyawa dengan posisi tergantung di sebuah pohon Jeruk Bali yang berada di belakang rumah dekat kandang sapi milik keluarganya.
Berdasarkan informasi yang terhimpun dari Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Wayan Sarta menyebutkan kematian pelajar STM ini diketahui pertama kalinya oleh kakaknya bernama IKS (28). Ia menuturkan pada hari Jumat Jumat, (13/12/24) sekitar pukul 18.00 Wita sekira pukul 18.00 Wita adiknya datang dari Traning pada salah satu Bengkel di Kintamani.
Baca Juga : Rumah Lansia di Yehembang Hangus Terbakar, Kerugian Diperkirakan 300 Juta
Setiba dirumah adiknya langsung pergi makan dan istrahat dalam kamarnya hingga keesokan harinya. Kemudian pada keesokan harinya Sabtu (14/12/24) sekira pukul 07.00 Wita ia hendak memberi makan Sapi peliharaan yang berada di belakang rumah. Dan saat itu ia terkejut melihat ada kaki tergantung di pohon Jeruk Bali.
“Dan saat didekati, ia berteriak histeris karena kaki yang dilihatnya ternyata kaki adiknya yang telah meninggal dunia dengan posisi tergantung dengan tali plastik biru. Ia kemudian memanggil keluarganya untuk bersama sama menurunkan adiknya serta melaporkan kejadian itu ke Polsek Kintamani”, terang Sarta dikonfirmasi, Minggu (15/12/24).
Baca Juga : Wamen Pariwisata Pastikan Kesiapan Nataru dan Dorong Pengembangan Wisata Berkualitas di Bali Barat
Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukarena membenarkan ada warga yang meninggal gantung diri. Dikatakannya setelah menerima informasi tersebut Personil Reskrim Polsek Kintamani dipimpin Panit IReskrim, IPDA Ketut Sudiartha dibantu Tim identifikasi Polres Bangli mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).
Setiba di TKP kemudian petugas melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Sedangkan untuk pemeriksaan terhadap jenazah korban turut melibatkan petugas medis Puskesmas Kintamani 1. Dari hasil olah TKP dan pemerikssan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasaan.
“Dari penyelidikan dan informasi yang ada korban nekat akhiri hidup dengan cara gantung diri akibat masalah asmara. Korban tidak siap cintantmya diputusin”, terang Kapolsek.
Pihak keluarga korban menyatakan menerima meninggalnya korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi mayat. (DB)






