Tombol Satu Digit, Bali Dalam Keadaan Darurat

Bali (persindonesia.com) – Belakangan ini, aksi kriminalitas di Bali kian marak dan meresahkan masyarakat. Sejumlah kasus seperti perampokan di Jimbaran, Kuta Selatan, pembunuhan seorang kakek di Jalan Pura Demak V, hingga kasus turis merampok turis di Gianyar menjadi sorotan. Tak hanya itu, aksi copet, jambret, pemukulan terhadap petugas keamanan di Finns Beach Club, hingga perilaku ugal-ugalan wisatawan asing yang kerap disebut “bule kelas sandal jepit” turut mencoreng citra pariwisata Pulau Dewata.

Rangkaian peristiwa ini menjadi catatan kelam terhadap kondisi keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali. Untuk itu, diperlukan langkah tegas dan strategis dari aparat penegak hukum, khususnya Polda Bali, Polresta Denpasar, Polres Badung, serta jajaran Polsek di wilayah Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan, dan Mengwi.

Khusus untuk wilayah Kecamatan Kuta, diharapkan segera digencarkan patroli rutin secara masif, serta razia yang dilakukan secara berkala dan konsisten. Selain itu, perlu diaktifkan kembali Tourist Police dan Honorary Police guna memberikan pengawasan di destinasi wisata, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan. Upaya ini dapat dipadukan dengan penguatan Pam Swakarsa yang dilengkapi pembinaan berkelanjutan.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah diharapkan memperkuat peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pariwisata untuk bertugas secara konsisten, terutama pada jam-jam sibuk pariwisata atau peak hours.

Sebagai langkah antisipasi dan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan, diharapkan Command Centre dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dapat menciptakan sistem komunikasi darurat. Salah satu usulan yang layak dipertimbangkan adalah bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk menghadirkan tombol darurat khusus di ponsel seluruh pengguna di Kabupaten Badung. Dengan menekan satu digit saja, masyarakat dapat melaporkan kejadian darurat seperti pencurian, perampokan, hingga kebakaran. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Penulis: Puspa negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *