Badung – Peningkatan kasus kriminalitas di Kabupaten Badung, terutama di wilayah Kuta Selatan (Kutsel), menjadi perhatian serius Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Meskipun sedang berada di luar daerah, Bupati Arnawa merasa terkejut saat membaca kabar tentang pembunuhan yang terjadi di Badung. Kejadian tersebut semakin memperburuk kekhawatiran tentang situasi keamanan di wilayahnya.
Bupati yang baru saja memulai tugasnya ini mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, terkait masalah kriminalitas yang semakin meresahkan. Menurutnya, Gubernur Koster sangat responsif dan setuju untuk segera mengadakan pertemuan dengan unsur pimpinan daerah serta aparat terkait guna membahas langkah-langkah penanggulangan kriminalitas di daerah ini. Bagi Bupati Arnawa, tidak hanya masalah infrastruktur yang perlu perhatian, tetapi keamanan juga menjadi hal yang sangat krusial untuk menjaga stabilitas, khususnya untuk sektor pariwisata yang menjadi andalan Badung.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Badung sedang mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali pengamanan swakarsa di berbagai wilayah, yang melibatkan peran serta masyarakat dan lembaga adat. Pemkab juga akan berupaya memberdayakan dinas terkait untuk memperkuat sistem pengamanan yang sudah ada.
Menanggapi isu anggaran yang sempat menjadi kendala, Bupati Arnawa menegaskan bahwa tidak ada pungutan yang akan dilakukan di lapangan oleh aparat terkait. “Pungutan tidak diperbolehkan. Anggaran yang diperlukan akan kami usulkan melalui APBD, dengan harapan agar outputnya, yaitu wilayah yang terpantau dan terkendali, dapat tercapai,” ungkapnya pada Rabu, 26 Februari 2025.
Seperti diketahui, meningkatnya kasus kriminalitas di Kuta Selatan juga mendapat perhatian dari anggota DPRD Badung asal Kutsel, Made Wijaya. Ia menyatakan keprihatinannya dan mendorong agar Pemerintah Kabupaten segera melakukan sidak penduduk non-permanen serta mengaktifkan kembali Kebijakan Pengawasan Kependudukan (Kipem) guna mengatasi masalah ini.*






