2 Peristiwa Kebakaran di Kintamani Ludeskan Rumah dan Dapur, Kapolsek : Tetap Waspada

Bangli, PersIndonesia.Com- Sebuah bangunan Dapur Semi Permanen milik Pande Nengah Gunawan, (38) yang berada di Banjar Belong Danginan, Desa Abangsongan, Kecamatan Kintamani, Bangli ludes terbakar. Selain kebakaran Dapur Semi Permanen, pada Selasa (4/3/25) juga terjadi kebakaran rumah kayu semi permanen milik Nengah Purna Yasa (45) di Banjar Bayun Desa Satra, Kintamani, Bangli.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, kebakaran dapur semi permanen berawal saat Ni Putu Dian Manika Rastianti anak dari Pande Nengah Gunawan (red-korban) sekira pukul 18.10 Wita menyalakan api di dapur, setelah itu ditinggal mencari ibunya yang ada disebelah selatan rumah.

Berselang 10 menit kemudian Pande Komang Rupayani Tri (red-keponakan korban) berteriak memanggil istri korban, karena melihat ada kobaran api yang menjalar keseluruh dapur korban. Dan saat korban tiba, didapati kobaran api telah membakar dapur. Dan sekira pukul 20.00 Wita berhasil dipadamkan Damkar Bangli.

Baca Juga : Dapur Permanen Warga di Pulasari Ludes Terbakar, Ini Kronologisnya

Sedangkan untuk kebakaran rumah kayu semi permanen awal diketahui oleh I Ketut Sudarma keluarga dari Nengah Purna Yasa (red-korban) sekira pukul 21.20 Wita seusai pulang dari Pura tiba-tiba mendengar ada suara ledakan kecil yang berasal dari bagian atas rumah korban. Kemudian I Ketut Sudarma mengecek rumah korban dan didapati api sudah menjalar keseluruh rumah korban.

Selanjutnya Ketut Sudarma meminta bantuan warga sekitar untuk bersama-sama memadamkan api dengan alat seadanya. Dan sekira pukul 22.15 Wita korban datang dari Pura terkejut karena mendapati rumahnya habis terbakar. Sekira 5 menit kemudian api berhasil padam.

Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerena saat dikonfirmasi, Rabu (5/3/25) membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, dari hasil olah TKP Polsek Kintamani dan Tim identifikasi Polres Bangli juga keterangan saksi-saksi untuk kebakaran dapur terjadi akibat api yang masih menyala di dapur ditinggal begitu saja. Sementara untuk rumah kayu semi permanen diduga berasal dari konsleting arus listrik.

Baca Juga : Terjunkan Alat Berat ke Lokasi Kebakaran ,Ini Yang Dilakukan Kadis PUPR

Dalam kedua peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun peristiwa tersebut menyebabkan pemilik dapur semi permanen mengalami kerugian kurang lebih Rp. 70 juta. Sementara kerugian pemilik rumah kayu semi permanen kurang lebih Rp. 30 juta.

“Guna penyelidikan lebih lanjut, kedua lokasi tersebut dipasangi garis polisi (police line). Dan kami harap masyarakat tetap waspada dengan mengecek keadaan lingkungan sebelum berpergian, mengingat musibah tidak bisa diprediksi datangnya”, tegas Kapolsek Kintamani. (IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *