Terjebak Macet 8 Jam di Gilimanuk, Bayi Lemas Kepanasan Dalam Travel

Persindonesia.com Jembrana – Sepasang suami istri asal Jember nekat mudik membawa bayi mereka yang baru berusia lima hari. Ironisnya, bayi malang itu harus merasakan kepanasan di dalam kendaraan saat terjebak macet berjam-jam di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (26/3/2025).

Peristiwa ini menarik perhatian petugas kepolisian yang tengah mengatur lalu lintas di sekitar lokasi. Melihat kondisi bayi yang lemah dan terus menangis, petugas langsung sigap mengevakuasi bayi tersebut ke pos pengamanan untuk mendapatkan pertolongan.

Komitmen Pertahankan Opini WTP, Wabup Ipat Serahkan LKPD Unaudited Kepada BPK RI Bali

Saat dikonfirmasi, sang ayah yang diketahui bernama Adam Rahman mengaku nekat mudik agar bisa mempertemukan anaknya dengan keluarga besar di kampung halaman.

“Saya pulang naik mobil travel bersama 19 penumpang lainnya. Di sini antre sampai delapan jam. Karena kepanasan, anak saya terus menangis. Untung tadi dibantu Pak Polisi,” ujarnya.

1-0 untuk Indonesia, Dukungan Presiden Prabowo Buka Asa Piala Dunia

Adam mengaku terpaksa membawa bayinya yang masih berusia lima hari lantaran ingin segera mempertemukan sang anak dengan kakek dan neneknya.

Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto membenarkan adanya bayi yang terjebak macet bersama orang tuanya di jalur antrean masuk Pelabuhan Gilimanuk.

H-5 Lebaran, Pelabuhan Gilimanuk Padat Pemudik, Polres Terapkan Rekayasa Lalin

“Kami melihat ada orang tua panik karena bayinya terus menangis. Kondisinya memang sudah lemah, jadi kami berinisiatif memberikan pertolongan dan mengawal mereka agar bisa segera melanjutkan perjalanan dengan aman,” jelasnya.

Setelah mendapatkan pertolongan di pos pengamanan, lanjut Endang, kondisi bayi tersebut dipastikan membaik. Pihaknya kemudian mengawal langsung kendaraan yang ditumpangi keluarga tersebut hingga masuk ke Pelabuhan Gilimanuk.

Bupati Kembang Siap Kerahkan Semua Sumber Daya Pemkab Lancarkan Arus Mudik Tahun 2025

“Bayi sudah sehat dan bisa melanjutkan perjalanan. Anggota kami mengawal langsung sampai ke pelabuhan agar tidak terjebak macet lagi,” pungkasnya. Ida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *