Pelaksanaan rapat koordinasi yang dilakukan Komisi IV DPRD Badung bersama Dinas Kebudayaan Badung pada Selasa 18 Maret 2025.
Badung persindonesia, 18 Maret 2025 – Komisi IV DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja bersama Dinas Kebudayaan Badung guna mengevaluasi pelaksanaan Festival Ogoh-Ogoh 2025 bertajuk Bhandana Bhuhkala. Festival yang untuk pertama kalinya digelar di kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Badung (Puspem), menuai sorotan meskipun berhasil menarik perhatian publik secara luas.
Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Gosana II DPRD Badung tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi IV, I Nyoman Graha Wicaksana, dan dihadiri oleh anggota komisi seperti I Gede Suraharja dan I Nyoman Dirgayusa. Sementara itu, pihak Dinas Kebudayaan diwakili langsung oleh Kepala Dinas, I Gde Eka Sudarwitha, bersama beberapa staf pendukung.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV menyampaikan apresiasi atas inisiatif festival yang dinilai mampu menghidupkan semangat budaya di masyarakat. Namun, sejumlah masalah teknis menjadi perhatian serius dan memerlukan evaluasi mendalam.
“Meski ini event perdana dan kami hargai upayanya, banyak hal yang harus diperbaiki. Kami menjalankan fungsi pengawasan karena festival ini tengah menjadi sorotan publik, termasuk viral di media sosial,” ujar Graha Wicaksana.
Beberapa persoalan yang mencuat di antaranya adalah kurangnya pengawalan bagi peserta saat membawa ogoh-ogoh menuju lokasi, tenda yang tidak memadai, kemacetan lalu lintas, hingga ketidakteraturan dalam sistem penilaian lomba. Komisi IV pun mengingatkan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara Dinas Kebudayaan dengan DPRD, terutama menjelang kegiatan besar.
“Kami adalah mitra kerja. Sudah seharusnya kami dilibatkan sejak awal, agar segala sesuatunya bisa direncanakan lebih matang,” tambah Graha.
Menanggapi hal tersebut, Kadis Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha menyatakan siap melakukan evaluasi total terhadap penyelenggaraan festival. Ia juga mengungkapkan rencana perubahan pada sistem penilaian di masa mendatang.
“Penilaian ke depan akan kami pisahkan, antara ogoh-ogoh yang hanya dipajang dan yang digerakkan, termasuk juga untuk fragmen budaya yang akan diklasifikasikan berdasarkan kategori tertentu,” jelasnya.
Dinas Kebudayaan berharap, evaluasi ini dapat menjadi bekal untuk menghadirkan festival yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya tanpa mengurangi esensi budaya yang ingin diangkat. @*






