Persindonesia.com Jembrana – Setelah sempat dilanda isu pencoretan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Jalan Tol Mengwi–Gilimanuk akhirnya dipastikan tetap berlanjut. Kepastian ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang baru saja diteken oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kepastian ini membawa angin segar bagi Kabupaten Jembrana, Bali Barat. Pemerintah daerah menilai proyek tol ini akan menjadi fondasi penting untuk mendorong pemerataan ekonomi di wilayah tersebut. Selama ini, Jembrana mengandalkan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat dikonfirmasi pada Minggu (27/4), mengungkapkan sejak awal pihaknya tetap optimistis proyek tol tersebut tidak akan dihentikan.
RPJMN Baru dari Pusat, Proyek Jalan Tol Mengwi–Gilimanuk Siap Dikebut
“Dengan melihat potensi Bali, pemerintah pusat tentu tidak akan tinggal diam. Ini menjadi energi dan semangat baru untuk membangun Jembrana lebih baik, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan proyek PSN ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali Barat, wilayah yang selama ini dinilai tertinggal. Untuk menghadapi perubahan tersebut, Kembang menyatakan pentingnya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif.
“Kita harus siapkan SDM, khususnya anak muda Jembrana, dengan meningkatkan keterampilan mereka. Ada SMK Pariwisata, SMK Kesehatan, juga berbagai pelatihan yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.
Hasil Autopsi Korban Curas Driver GoCar, Kapolres: Korban Mati karena Tusukan di bagian leher
Selain pengembangan SDM, pemerintah daerah juga akan fokus pada kesiapan infrastruktur pendukung, seperti ketersediaan air bersih, listrik, dan pengelolaan sampah. “Kami juga berencana mengusulkan revisi tata ruang untuk menetapkan wilayah penunjang pembangunan, dengan tetap menjaga sektor pertanian,” terangnya.
Saat ini, imbuh Kembang, pengembangan kawasan mulai tampak di sekitar Pekutatan, di mana sejumlah investor baru telah berminat membangun fasilitas seperti lapangan golf dan hotel. Dalam menghadapi potensi perkembangan wilayah, Bupati Kembang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur menjual tanah. Ia mendorong warga mengelola lahannya sendiri agar tetap mendapat manfaat dari pembangunan.
“Jangan jual tanah. Kelola sendiri, atau kontrakkan dalam jangka panjang. Yang penting, kehadiran investasi ini tidak mengganggu pertanian yang menjadi perhatian utama kita,” pungkasnya. Ts






