Kerinduan di Balik Kepergian, Keluarga di Jembrana Menanti Kepulangan Sang Putra dari Polandia

Persindonesia.com Jembrana – Di tengah keheningan Banjar Sekar Kejula, Desa Yehembang Kauh, Jembrana, duka mendalam menyelimuti rumah sederhana milik I Gede Bagia dan Ni Wayan Murni. Kabar dari jauh, Polandia, membawa pilu: putra bungsu mereka, I Komang Adi Kristiana, telah berpulang. Komang, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang merantau demi mengadu nasib, kini hanya menyisakan kenangan dan harapan akan kepulangannya.

“Sejak kecil dia anak yang sehat,” lirih I Gede Bagia, mengenang putranya. Bersama sang istri, Ni Wayan Murni, mereka tak pernah menyangka kepergian Komang akan secepat ini. Di mata mereka, Komang adalah sosok periang dan pekerja keras yang selalu bersemangat. Kepergiannya di negeri orang terasa begitu mendadak dan menyayat hati.

Minggu sore (11/5), suasana haru terasa saat perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Jembrana menyambangi kediaman keluarga Komang. Kedatangan mereka, dipimpin oleh Kabid P3T, membawa serta Kelian Banjar Sekar Kejula, Komang Wiarta, dan perwakilan AP3MI Bali, Putu Wijanata. Di tengah isak tangis, harapan akan segera dipulangkannya jenazah Komang menjadi satu-satunya yang terucap.

Akun Anonim Catut Judul Berita, Terancam UU Hak Cipta dan ITE

“Kami hanya ingin anak kami bisa segera tiba di rumah,” ujar Ni Wayan Murni dengan suara bergetar. Keinginan untuk memakamkan putra tercinta secara layak di tanah kelahirannya menjadi prioritas utama keluarga saat ini.

Kabar baik sedikit meredakan kepedihan. Pihak perusahaan penempatan, melalui perwakilannya, Artaya, menyatakan kesanggupan untuk bertanggung jawab penuh atas proses pemulangan jenazah. Meskipun kontrak kerja Komang telah usai pada Maret lalu, tanggung jawab moril dan material tetap mereka emban.

Kini, jenazah Komang berada di rumah duka di Polandia, menanti rampungnya urusan administrasi dari KBRI di Warsawa. Rencana telah disusun: penerbangan menuju Jakarta, lalu dilanjutkan ke Bali, tempat keluarga dan kerabat menanti dengan hati pilu namun penuh harap.

Polda Bali dan Pemprov Sepakat Tegas Berantas Ormas Bermodus Premanisme

Di balik duka ini, terselip cerita tentang semangat Komang dalam bekerja. Ia bahkan sempat menyampaikan niat untuk memperpanjang kontraknya di Polandia, menikmati setiap pekerjaannya. Namun, garis takdir berkata lain, dan kini, keluarga di Jembrana hanya bisa memeluk erat kenangan tentangnya, sambil terus berharap proses pemulangan jenazahnya berjalan lancar. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *