Nelayan Asal Songan Kintamani Ditemukan Meninggal Dunia Tenggelam di Danau Batur

Bangli,PersIndonesia.Com- Seorang nelayan yang sehari hari melakukan aktivitas di Danau Batur bernama I Nengah Muada (33) asal Banjar Ulun Danu Desa Songan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ditemukan tenggelam dan meninggal dunia di Danau Batur. Peristwa meninggalnya I Nengah Muada sontak mengegerkan warga.

Berdasarkan informasi yang terhimpun menyebutkan peristiwa berawal pada hari Senin (12/5/25) sekira pukul 04.30 Wita seperti biasa I Nengah Muada (red korban) memeriksa jala perangkap ikan yang dipasang di Danau Batur dengan menggunakan perahu kecil yang berjarak kurang lebih 20 meter dari bibir danau. Sementara saat itu I Nyoman Agus Suriawan (41) yang merupakan korban tengah mengisi bahan bakar perahu Boat miliknya di Danau.

Baca Juga : Dipicu Masalah Perselingkuhan, Lelaki Asal Songan Kintamani Lakukan Penebasan

Kemudian tiba tiba I Nyoman Agus Suriawan mendengar suara seperti orang batuk. Mendengar hal itu Suriawan mengarahkan lampu senternya ke arah asal suara tersebut. Setelah senter diarahkan pada asal suara tersebut dilihat korban berada di atas perahu kecil dengan posisi miring dan kemudian perahu terbalik sehingga korban tenggelam. Saksi I Nyoman Agus Suriawan selanjutnya menghubungi keluarga korban dan menyampaikan peristiwa tersebut ke pihak Kepolisian.

Saat dikonfirmasi, Selasa (13/5/25) Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerena membenarkan peristiwa tersebut. Setelah menerima informasi dari warga Personil Reskrim Kintamani bersama Unit Reskrim Polres Bangli mendatangi TKP. Dan dengan peralatan seadanya petugas melakukan pencarian.

Setelah sekian lama melakukan pencarian, pada pukul 07.15 Wita korban ditemukan tenggelam pada kedalaman kurang lebih 5 meter. “Saat ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia”, jelas Sukerena.

Baca Juga : Dipicu Selang Regulator Gas Bocor, Kantin SMAN 1 Kintamani Ludes Terbakar

Lebih lanjut, kata Kapolsek dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi saksi serta pemeriksaan terhadap luar jenazah korban, tidak ditemukan tanda tanda akibat kekerasan pada tubuh korban.

“Kuat dugaan korban meninggal akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh sebelum jatuh dan tenggelam”, terangnya.

Sementara pihak keluarga korban menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban. “Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan terlampir yang ditandatangani”, pungkas Kompol Sukerena. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *