BONDOWOSO, PersIndonesia.com – Opini – Ramainya perbincangan terkait seleksi terbuka Sekda Bondowoso menarik minat saya untuk menelusuri riwayat open bidding yang pernah digelar Pemkab Bondowoso. Laman resmi BKPSDM pun berkali-kali saya akses. Tak lupa tampilannya pun saya screenshot sebagai bukti penelusuran saya, seandainya ada yang mempertanyakannya nanti.
Di halaman awal pengumuman, jelas terpampang “Pengumuman Hasil Akhir Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda Bondowoso Tahun 2025”. Pengumuman (atau lebih tepatnya pemberitahuan) ini adalah rangkaian dari seleksi terbuka Sekda Bondowoso tahun 2025.
Selanjutnya ada pengumuman peserta yang lolos seleksi assessment, pengumuman hasil seleksi administrasi. Terpampang pula pengumuman awal pelaksanaan seleksi terbuka Sekda Bondowoso. Dihalaman ini terpampang pula reset akun MyASN, sebagai konten akhir di halaman 1. Di halaman 2, ada pengumuman indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan BKPSDM, persyaratan pencantuman gelar, BKPSDM luncurkan e-book SKP 2024, proses usulan kenaikan pangkat periode 1 Juni 2024. Di akhir halaman 2, pengumuman yang terpampang adalah Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Bondowoso tertanggal 8 April. Anehnya pengumuman ini adalah hasil seleksi terbuka JPT Pratama Sekretaris DPRD dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, yang dilaksanakan pada tahun 2019.
Di halaman terkahir (halaman 3), ada pengumuman hasil akhir seleksi terbuka JPT Pratama Kabupaten Bondowoso (Sekretaris DPRD dan Kepala BKD), hasil seleksi administrasi JPT Pratama (Sekretaris DPRD dan Kepala BKD), Informasi Seleksi terbuka JPT Pratama Kabupaten Bondowoso (Sekretaris DPRD dan Kepala BKD).
Keanehan lain adalah di halaman pengumuman hanya ada satu informasi terkait Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso tahun 2019. Tidak ada lagi kelanjutan pengumuman proses seleksinya.
Saya juga heran, kemana hilangnya informasi terkait pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama (14 OPD) tahun 2021 dan Sekretaris Daerah tahun 2022. Karena mestinya informasi ini ada di tengah-tengah laman informasi.
Saya jadi bertanya-tanya, bukan selama ini BKPSDM selalu menggaungkan era digitalisasi. Bahkan dalam klarifikasi tertulis kepada salah seorang rekan media, mereka dengan bangganya menyebut seleksi terbuka Sekda Bondowoso tahun 2025 sudah terintegrasi dengan I-Mut dan ASN Karier, sehingga setiap tahapan seleksi lebih efisien dan cepat.
Mereka juga dengan bangganya menyebut seleksi terbuka Sekda kali ini sebagai pilot project BKN di wilayah Jawa Timur. Lantas kemana hilangnya mood mereka dalam merawat laman web BKPSDM yang mestinya dibanggakan ini. Ataukah ini sebuah kesengajaan, untuk menghilangkan “sesuatu”?
Ditengah carut marut pelaksanaan open bidding Sekda 2025, ditimpali dengan jawaban tak jelas dari Pansel dan sekretariatnya, ditambah pula dengan beragam pengalihan isu, saya yakin ada hal besar yang sedang mereka tutupi. Saya setuju dengan pendapat salah seorang rekan media, bahwa BKPSDM (atau pansel?) sedang menggelar karpet merah untuk salah satu calon. Indikasinya sudah jelas. Selain itu, mereka (mungkin) menghapus semua referensi lama, yang mestinya tersedia di website BKPSDM yang konon sudah memasuki era baru ini.
Mutasi era baru, BKPSDM era baru. Inilah wujud “kepintaran” (atau kebodohan?) para pejabat kita…
(Ageng)






