PersIndonesia.Com,Bangli- Tiga (3) pekerja proyek asal Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut Bangli meninggal dunia saat bekerja di Gudang Sepeda Bali Echo, Banjar Sribatu, Penglumbaran Susut. Adapun 3 pekerja proyek tersebut masing-masing, I Nengah Darman (40), I Ketut Juliawan (42) dan I Wayan Buda Adnyana (50). Sementara mandor bernama Anak Agung Rimbawan dalam kondisi kritis.
Berdasarkan informasi yang terhimpun dilapangan, peristiwa berawal skitar pukul 08.00 Wita saat mereka mulai bekerja untuk membongkar tiang penyangga (stiger) bekas coran bak penampungan air pada kedalaman 2,5 meter dan panjang 6,5 meter serta lebar 3,5 meter. Diawali dari I Nengah Darmawan (korban I) masuk ke dalam bak kemudian disusul oleh I Wayan Buda Adnyana (korban II).
Baca Juga : Aksi Curanmor Kepung Bangli, Motor Beat Warga Terpakir di Halaman Rumah Lenyap
Selanjutnya, I Ketut Juliawan yang menunggu untuk menyusul masuk, saat itu melihat kedua korban dalam kondisi lemas dalam bak bergegas masuk untuk menolong, namun Ketut Juliawan turut lemas dalam bak tersebut. Mengetahui hal tersebut Anak Agung Putu Rimbawan (mandor) yang kebetulan ada dilokasi berupaya menolong dan juga turut lemas dalam bak.
Melihat kondisi tersebut, beberapa saksi meminta bantuan kepada warga untuk melakukan upaya evakuasi korban. Mengingat sempitnya lubang, proses evakuasi saat itu dilakukan dengan eskavator milik warga. Nyawa ketiga korban tidak terselamatkan sementara mandor kritis dan saat ini dalam perawatan intensif di RSUD Bangli.
Kapolsek Susut, AKP I Nyoman Sucipta saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kata Kapolsek setelah menerima laporan petugas langsung mendatangi TKP. Untuk kemudian turut membantu evakuasi. Mengingat tempat masuk ke bak sempit dengan diameter 60 x 60 Cm proses evakuasi dilakukan memakai eskavator milik warga.
Keempat koban akhirnya berhasil di evakuasi dari dalam bak. Namun nyawa ketiga pekerja proyek tidak berhasil terselamatkan sedangkan korban Anak Agung Putu Rimbawan dapat diselamatkan dan langsung dibawa ke RSUD Bangli guna dapat penanganan medis. “Kuat dugaan korban mengalami gagal pernafasan saat membuka stiger bekas coran di dalam bak penampungan air. Dan saat ini petugas masih lakukan lidik”, ungkapnya.
Baca Juga : Tragis, Seorang Bapak di Susut Nekat Gantung Diri Gegara Anak Pulang Dari Jepang Sebelum Waktunya
Sementara itu, Humas RSUD Bangli, Sang Kompyang Arie Wijaya menyampaikan ketiga korban meninggal dan satu korban yang kritis diterima sekira pukul 10.32 Wita di IGD RSUD Bangli. Untuk saat ini ketiga korban dititip di kamar jenazah RSUD Bangli.
“Sedangkan korban Anak Agung Rimbawan masih dilakukan tindakan resusitasi oleh petugas plaining intubasi pada ruangan ICU RSUD Bangli”, terang Sang Kompyang. (IGS)






