Perputaran Uang Pameran UMKM Jembrana Tembus Rp 1,8 Miliar

Persindonesia.com Jembrana – Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di areal parkir Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam rangka HUT Kota Negara ke-130 memberikan dampak ekonomi signifikan. Selama 18 hari pelaksanaan, perputaran uang ditaksir mencapai Rp 1,8 miliar, atau rata-rata Rp 100 juta setiap harinya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, mengatakan dalam empat hari pertama saja transaksi sudah menembus Rp 400 juta. “Perputaran uang dihitung dari transaksi, rata-rata seratus juta rupiah per hari,” ujarnya, Selasa (19/8).

Ia mengaku, transaksi terbesar datang dari stand kerajinan peralatan sembahyang dan kuliner. Antusiasme pengunjung pun terbilang tinggi, dengan ratusan orang datang setiap hari, baik pegawai maupun masyarakat umum. Pameran tahun ini juga tercatat istimewa karena kembali digelar di area parkir Pemkab setelah lebih dari tiga tahun berpindah-pindah lokasi.

Bupati Kembang Suntik Semangat Baru bagi Kelompok Ternak di Jembrana

Meski begitu, jika dibandingkan dengan pameran serupa tahun lalu yang digelar hanya lima hari di Pasar Umum Negara, ada sedikit penurunan transaksi harian. Tahun lalu, dalam lima hari, transaksi mencapai Rp 900 juta atau lebih dari Rp 100 juta per hari. “Mungkin karena tahun lalu waktunya lebih singkat sehingga masyarakat lebih fokus datang setiap hari,” jelasnya.

Tahun ini pameran diikuti 126 peserta, terdiri atas 78 stand kerajinan, 20 stand kuliner, serta 28 stand instansi pemerintah dan swasta. Sebanyak 22 peserta di antaranya berasal dari luar Jembrana. Produk yang dipamerkan meliputi tenun songket, anyaman, rajutan, kerajinan perak, topeng, keris, hingga busana bernuansa tradisional Bali.

Selain itu, pengunjung juga bisa menemukan stand otomotif, perbankan, unit kesehatan, perguruan tinggi, hingga bursa kerja. Suasana pameran semakin meriah dengan suguhan seni khas Jembrana dan penampilan musisi lokal.

Kemah Budaya IX Kabupaten Jembrana Ciptakan Pelopor Pelestari Budaya

Menurutnya, selain memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, kehadiran peserta dari luar daerah juga memberi nilai tambah. “Kami berharap ada transfer pengetahuan dan studi tiru sehingga pengrajin lokal bisa semakin berkembang,” pungkasnya. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *