Harga Plastik di Jembrana Melonjak hingga 60 Persen, Pedagang Kecil Kian Terjepit

Persindonesia.com Jembrana – Harga berbagai jenis plastik di Kabupaten Jembrana mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan bahkan disebut mencapai 30 hingga 60 persen, sehingga memberatkan pelaku usaha kecil. Lonjakan harga ini disebut mulai terjadi sejak memanasnya konflik global di kawasan Timur Tengah.

Salah satu distributor plastik di Jembrana, Alim, membenarkan adanya kenaikan bertahap pada sejumlah jenis plastik. Ia menjelaskan, plastik daur ulang mengalami kenaikan sekitar 20–30 persen, sementara plastik kualitas menengah naik 40–50 persen. Adapun plastik berkualitas tinggi seperti plastik bening atau “plastik kaca” mengalami kenaikan paling tinggi, yakni hingga 60 persen.

“Kalau yang daur ulang sekitar 20 sampai 30 persen. Yang kualitas kedua 40 sampai 50 persen. Sementara yang benar-benar orisinal, seperti plastik bening, kenaikannya bisa sampai 60 persen,” ujarnya, Senin (20/4).

Gubernur Koster dan Kapolri Lepas 11.000 Pelari, Wondr Kemala Run 2026 Sukses Angkat Sport Tourism Bali

Tidak hanya plastik, kata Alim, harga cup sealer yang banyak digunakan pelaku UMKM juga ikut melonjak. Kenaikan disebut telah mencapai sekitar 40 persen.

Menurut Alim, lonjakan harga terjadi secara bertahap sejak memanasnya konflik global. Kenaikan pertama mencapai 30 persen, kemudian disusul kenaikan 20 persen dalam waktu sepekan, dan terakhir bertambah sekitar 10 persen. “Naiknya tidak sekaligus, tapi bertahap sampai beberapa kali,” jelasnya.

Untuk harga, ia mencontohkan cup sealer yang sebelumnya dijual Rp30 ribu kini naik menjadi Rp45 ribu hingga Rp50 ribu. Sementara yang sebelumnya Rp40 ribu kini mencapai Rp55 ribu.

Empat Festival di Bali pada Bulan Mei 2026

Alim juga mengaku mendapat informasi adanya potensi kenaikan lanjutan pada bulan depan, meskipun persentasenya belum dapat dipastikan.

Dampak kenaikan harga ini mulai dirasakan pelaku usaha kecil. Salah seorang pedagang es, Anik, mengaku terpaksa mempertimbangkan kenaikan harga jual produknya.

“Kenaikan terutama di cup sealer sangat terasa. Kami pedagang kecil sangat terbebani. Mau tidak mau mungkin harus menaikkan harga,” ungkapnya.

Surga Tersembunyi di Pantai Mertasari Sanur Bali

Namun demikian, Anik mengaku dilema. Di satu sisi, kenaikan harga diperlukan agar tidak merugi, tetapi di sisi lain ia khawatir daya beli masyarakat yang sedang lesu akan semakin menurun.

“Kalau dinaikkan takut tidak ada yang beli. Tapi kalau tidak dinaikkan, kami bisa rugi,” katanya. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *