Sekda Dewa Made Indra, pada Jumat (19/09/2025) Serahkan Bantuan Bencana di Kantor BPBD Provinsi Bali
Denpasar persindonesia.com – Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan respons cepat terhadap dampak bencana banjir yang terjadi pada 10 September 2025 dengan menyalurkan santunan bagi keluarga korban meninggal dunia. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, pada Jumat (19/09/2025) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Renon, Denpasar.
Penyerahan santunan ini merupakan bagian dari langkah kemanusiaan dan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Santunan sebesar Rp15 juta diberikan kepada Doa Miftah Ul Suwandi, ahli waris dari almarhum Suwandi yang menjadi salah satu korban banjir.
“Ini adalah wujud simpati dan dukungan kami kepada keluarga korban. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga di tengah duka yang mendalam,” ujar Sekda Dewa Indra saat menyerahkan santunan secara langsung.
Doa Miftah Ul Suwandi, didampingi sang kakak, Bayu Candra Permana, menerima santunan tersebut dengan penuh haru. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah. Menurut penuturan keluarga, almarhum Suwandi terseret arus banjir di kawasan Perumahan Griya Selaras pada dini hari, dan jasadnya baru ditemukan enam hari kemudian, tepatnya pada 16 September.
Selain menyerahkan santunan, Sekda Dewa Indra juga menyempatkan diri memberikan dukungan moral kepada keluarga korban lainnya serta warga yang masih menjalani perawatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau kondisi di lapangan dan akan melanjutkan berbagai langkah pemulihan pascabencana.
“Kami tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tapi juga berkomitmen mengawal proses pemulihan agar masyarakat bisa bangkit kembali. Ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai pelayan publik,” tegas Dewa Indra.
Ke depan, Pemprov Bali juga akan mengevaluasi sistem mitigasi bencana dan memperkuat infrastruktur penanggulangan banjir untuk mengurangi risiko serupa terjadi kembali.






