Perkuat Soko Guru Perekonomian, Kabupaten Bangli Bangun Koperasi Merah Putih di Pengotan

PersIndonesia.Com,Bangli- Sebagai bagian dari Program Presiden RI, Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian berbasis gotong royong, sebanyak 80.000 Koperasi Merah Putih dibangun di seluruh Indonesia. Peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan fisik berupa Gudang dan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak dilakukan, Jumat (17/10).

Untuk di Kabupaten Bangli, peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih dilakukan bertempat di lahan milik Pemerintah Provinsi Bali yaitu di Pasar PPK Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Hadir dalam kegiatan groundbreaking, Asisten III Provinsi Bali I Wayan Sarinah, Danrem 163 WSA Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra, Kasrem 163/WSA Kol. Inf Davit Beni Upeni beserta jajarannya, Kadis Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli Ni Luh Ketut Wardani.

Baca Juga : Sekretaris Kementerian Koperasi Kunjungi Koperasi Merah Putih Desa Awan Kintamani

Kadis Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli Ni Luh Ketut Wardani yang membacakan sambutan Bupati Bangli menyampaikan rasa syukur dan menyambut baik pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan fisik Gerai Gudang Koperasi Desa Merah Putih Pengotan yang juga disaksikan secara daring oleh 800 koperasi se-Indonesia.

Pembangunan koperasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan pembangunan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. “Koperasi adalah wujud nyata dari ekonomi kerakyatan-dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ujarnya.

Lanjut Wardani, pihaknya berharap Koperasi ini menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan anggota, membuka lapangan kerja, dan menjadi motor penggerak ekonomi di desa. “Untuk itu, Pemkab Bangli berkomitmen terus memberikan dukungan melalui pendampingan, pelatihan, dan kebijakan yang berpihak pada percepatan operasional Koperasi serta penguatan Koperasi dan UKM”, ungkapnya.

Searah dengan itu, Gubernur Bali, melalui Asisten III Provinsi Bali I Wayan Sarinah, menegaskan bahwa program Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih adalah gerakan strategis nasional untuk membangun kembali kekuatan ekonomi rakyat, khususnya di desa.

Ini adalah jawaban atas kebutuhan akan sistem ekonomi berbasis lokal dan berdaulat. “Koperasi ini lahir sebagai wadah pemberdayaan masyarakat berbasis gotong royong dan nasionalisme yang bertujuan membangun ketahanan pangan, kemandirian ekonomi desa, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Program Koperasi Merah Putih berfokus pada usaha sektor riil, seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri lokal, dan produk UKM. Di Provinsi Bali sendiri, KDKMP telah terbentuk di seluruh 716 desa/kelurahan.

Kehadiran Koperasi Merah Putih ini dinilai selaras dengan Pasal 33 UUD 1945 dan visi transformasi ekonomi kerthi Bali yang menempatkan koperasi sebagai salah satu sektor unggulan.

“Kami berharap pembangunan gedung koperasi Desa Merah Putih di Desa Pengotan ini menjadi tonggak penting kebangkitan ekonomi rakyat, memperkuat ketahanan pangan, serta menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan gotong royong,” kata Wayan Sarinah.

Baca Juga : LPD Selulung Kolap, Ratusan Peminjam Nakal Siap Diperksa Tipikor Polres Bangli

Kegiatan groundbreking turut dihadiri oleh, Kadis PMD Kabupaten Bangli, I Dewa Agung Purnama, Dandim 1626/Bangli, Perwakilan Kapolres Bangli, dan OPD terkait dilingkungan Pemkab Bangli serta undangan terkait lainnya.

Groundbreaking ini menandai awal dimulainya pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di Desa Pengotan. Dan ini merupakan wujud langkah nyata pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dari tingkat desa dengan semangat Merah Putih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *