Festival Budaya Loloan VI: Merajut Tenun Kebangsaan, Lestarikan Tradisi dan Toleransi

Persindonesia.com Jembrana – Festival Budaya Loloan atau yang dikenal dengan Loloan Jaman Lame kembali digelar dan memasuki jilid ke-VI pada tahun 2025 ini. Selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Oktober 2025, kawasan Jalan Gunung Agung, Loloan Timur, disulap menjadi panggung budaya yang sarat makna dan nilai-nilai tradisi.

Puncak acara yang berlangsung pada Minggu malam, 19 Oktober 2025 menampilkan berbagai pertunjukan khas masyarakat Loloan, diawali dengan Burdah Loloan Barat sebagai tanda pembuka dan panggilan kepada masyarakat bahwa acara besar akan dimulai. Dilanjutkan dengan tari Ambur Salim sebagai tarian penyambutan bagi seluruh tamu dan penonton yang hadir di panggung utama.

Acara penutupan dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana I Nengah Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati Patriana Krisna, serta diikuti oleh unsur Forkopimda, para Asisten Sekda, Sekretaris DPRD, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Jembrana, Lurah Loloan Timur dan Barat, serta tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti Buka Turnamen Ceki di Banjar Pesalakan

Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan mengapresiasi pelaksanaan festival dengan tema “Merajut Tenun Kebangsaan”, yang menurutnya merupakan bentuk nyata pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Loloan.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan serta memperkuat identitas budaya yang diwariskan leluhur kita. Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa perbedaan budaya justru mengajarkan kita untuk saling menghargai dan bertoleransi,” ujar Bupati Kembang.

Selama festival berlangsung, Jalan Gunung Agung dipenuhi berbagai stand tematik dan atraksi tradisional seperti penganten lame, dapur jaman lame, orkes jaman lame, tradisi metangas calon pengantin, makanan jaman lame, permainan rakyat, hingga stan UMKM lokal.

Bupati Adi Arnawa Ajak Krama Batur Rening Jaga Lingkungan Saat Karya Piodalan di Pura Penataran Agung

Rangkaian kegiatan festival diawali pada Jumat (17/10) dengan acara Setalam Santun, dilanjutkan malam harinya dengan Lomba Cikar-cikaran dan Lomba Kostum Jaman Lame. Ratusan warga, dari anak-anak hingga orang dewasa, antusias menyaksikan berbagai atraksi, diiringi penampilan drumband dari MAN 1 Jembrana.

Pada Sabtu (18/10), kegiatan berlanjut dengan pemutaran film “Becik-Becik Menyame Braye” serta diskusi kebersamaan dan toleransi bertajuk “Jejak Harmoni di Pulau Bali”, menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara, SE., MM, Ketua Peradah Jembrana A.A.B. Hendra Sugihantara Putra, S.Pd, Anggota DPRD Jembrana Hasbil Ma’ani, S.Pd, serta tokoh budaya Loloan Datok H. Musaddad Johar.

Melalui penyelenggaraan Festival Budaya Loloan ke-VI ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan bernuansa tradisi, tetapi juga diajak untuk menyadari pentingnya pelestarian warisan budaya, kebersamaan, dan semangat toleransi yang menjadi jati diri Jembrana. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *