Program OPLAH Berhasil Kembalikan Fungsi Lahan Petani Setelah Puluhan Tahun Menjadi Rawa

Jember,Persindonesia.com – 26/12/2026 Program Oplah (Optimalisasi Lahan) yang diprakarsai oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang kurang optimal (lahan tidur, marjinal) melalui perbaikan infrastruktur irigasi, tata air, dan tanah di Desa Kepanjen Kecamatan Gumuk Mas Kabupaten Jember berjalan dengan baik dan sukses.

Hal itu terbukti, Karena Sebelumnya, lahan pertanian di wilayah tersebut kerap tergenang air dengan kadar payau tinggi dan sulit surut. Kondisi ini menyebabkan petani kesulitan bercocok tanam, bahkan banyak sawah yang terbengkalai dan tidak produktif selama puluhan tahun. Namun, melalui intervensi program pemerintah, persoalan klasik tersebut kini perlahan mulai teratasi.

“Sudah Puluhan tahun sawah kami tidak bisa ditanami, banyak air yang menggenang dan itu air payau, padi tidak bisa tumbuh. Alhamdulillah sekarang sudah bisa ditanami lagi berkat adanya perbaikan ini” Ujar Saniman, salah satu petani Dusun Jeni Desa Kepanjen.

Berjalannya program ini tak luput dari keterlibatan dan kerjasama yang apik antara semua pihak yaitu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabipaten Jember,Kelompok Tani (Poktan) juga TNI yang turut mengawal program ini.

Saat ditemui, Ketua Kelompok Tani Teratai II, Miskat, S.Pd.I., M.Pd, menjelaskan bahwa program OPLAH ini mencakup optimalisasi lahan seluas 128,41 hektare yang berada di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Seluruh pelaksanaannya dilakukan oleh Kelompok Tani Teratai II dan beliau mewakil para petani yang ada didesanya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah terutama kepada Bapak Presiden atas adanya program ini.

“Terima kasih kepada Kementrian, kepada Pemerintah Kabupaten juga Bapak Presiden yaitu Bapak Prabowo Subianto atas adanya program ini petani kami disini sangat senang bisa memanfaatkan lahannya kembali dan juga kepada Gus Bupati sebagai Kadernya terima kasih juga, Semoga selanjutnya semua lahan, Terutama yang ada di daerah Jember yang memerlukan bantuan seperti ini juga mendapatkan program yang sama” Ungkap Miskat.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Ir. Sigit Budi I, MP. Juga menyampaikan bahwa Program OPLAH merupakan langkah konkret pemerintah kabupaten yang berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam menghidupkan kembali lahan pertanian yang selama ini tidak produktif.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami berharap manfaat Program OPLAH dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani yang ada diJember” Ungkapnya.

Sigit juga menyampaikan bahwa Optimalisasi lahan melalui program OPLAH ini juga sudah sejalan dengan program prioritas Bupati Jember yaitu Gus fawait.

“Ini juga termasuk dalam program Gus Bupati Untuk meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan didaerah langkah awal sudah dijalankan dengn perbaikan tata kelola air serta infrastruktur pertanian” Pungkas Sigit.

Dengan terealisasinya program tersebut, Para petani di Desa Kepanjen kini merasakan manfaatnya secara langsung dan lahan mereka kembali menjadi kawasan pertanian yang produktif. Program OPLAH menjadi bukti nyata sinergi kebijakan Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.(And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *