Persindonesia.Com, Bangli – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli melalui Dinas Kesehatan (Diskes) mengambil langkah antisipasi guna meminimalisir merebaknya penyebaran Super Flu di wilayah Kabupaten Bangli, pasca diberitakannya sebanyak 126 warga Bali sepanjang tahun 2025 diduga terinfeksi (suspek) Virus Influenza A (H3N3) sudklad K atau disebut Super Flu. Dengan hasil pemeriksaan laboratorium 2 orang dinyatakan positif terpapar Super Flu.
Berdasarkan data ataupun laporan sejauh ini belum ditemukan adanya kasus Super Flu di Bangli. Namun karena penyebaran virus Super Flu yang begitu cepat maka, Diskes Bangli telah melakukan pemantauan secara berjenjang di seluruh fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit.
Baca Juga : Dinas Kesehatan Bangli Target 3.895 Bayi Terimunisasi Campak di Tahun 2025
“Sejauh ini belum ada ditemukan kasus Super Flu. Kita sudah antisipasi, sudah atensi dari rumah sakit, termasuk Puskesmas untuk memantau,” terang Plt Kadis Kesehatan Bangli, Dewa Gede Oka Darsana kepada awak media, Rabu (14/1/2026).
Lebih lanjut dikatakan, Super Flu bukanlah diagnosis medis tersendiri, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan flu dengan gejala yang lebih berat. Kondisi ini biasanya ditandai dengan penularan yang cepat, memicu demam tinggi yang disebabkan oleh virus influenza yang telah bermutasi.
“Super Flu itu sebenarnya flu secara umum, tapi gejalanya lebih berat, penularannya cepat, yang disebabkan oleh virus influenza tertentu yang sudah bermutasi”, terang Dewa Oka Darsana.
Ia juga menyampaikan Super Flu umumnya terjadi ketika flu mengalami komplikasi serius dan berkembang menjadi infeksi pernapasan lebih parah seperti Pneumonia atau Bronchitis. Komplikasi ini berbahaya bagi kelompok yang rentan, seperti lansia dan anak- anak.
“Berbeda dengan flu biasa yang biasanya hanya sampai saluran napas bagian atas atau ISPA,” kata lelaki yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Bangli ini.
Baca Juga : Badung Rapikan Pantai Kuta Demi Kenyamanan Wisatawan
Untuk pencegahan flu dan potensi komplikasinya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat seperti sering mencuci tangan, menggunakan masker saat sedang flu atau berada di tempat ramai, menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin. Serta yang terpenting lagi menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, istirahat cukup dan aktivitas fisik ringan.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada. Bila mengalami flu berat, demam tinggi atau keluhan yang tidak baik dalam beberapa hari agar segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas Kesehatan, baik itu Puskesmas atau Rumah Sakit”, pungkasnya. (*)






