Upaya Mitigasi Terbentur Anggaran, Perbekel Jehem Harap Sinergi Instansi Terkait

Persindonesia.Com, Bangli – Cuaca ekstrim yang melanda acapkali mengakibatkan peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Kejadian tanah longsor dan pohon tumbang tidak hanya mengakibatkan bangunan milik warga rusak tetapi juga menganggu akses jalan Provinsi (jalur Bangli – Karangasem).

Perbekel Desa Jehem, Nengah Tesan Darmayasa mengatakan cuaca ekstrim yang melanda saat ini memang berdampak sekali, salah satunya pada tanggal (19/1/2026) ada merajan warga tergerus longsor, sehingga sebanyak 4 pelinggih yang ada jebol. Kemudian disusul tanah longsor di ruas jalan Provinsi akses jalan Bangli – Karangasem) yang mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh total.

Kronologis Truck Bermuatan Jagung Terguling di Jehem Bangli, Kerugian Capai Rp 2 Juta

Selain itu, akibat hujan disertai angin kencang yang melanda ada rumah warga ditimpa pohon durian tumbang. Meskipun nihil korban jiwa kejadian ini sangat berdampak sekali.

“Sebagai langkah evakuasi, kami laporkan peristiwa yang terjadi kepada BPBD Kabupaten Bangli, untuk kemudian ditindaklanjuti bersama unsur TNI/Polri dan masyarakat melakukan penanganan”, terangnya, Kamis (22/1/2026).

Lanjut disampaikan, mengingat tingkat kerawanan bencana di Desa Jehem, pihaknya selalu menyarankan warga, khususnya dalam pesangkepan (pertemuan warga) untuk tetap waspada. Dan tak kalah penting menjaga lingkungan salah satunya jika ada pohon besar agar bisa dipotong biar tidak menyebabkan terjadi bencana.

Begitu juga untuk menjaga saluran-saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga ketika hujan deras kejadian banjir bisa dihindari. “Upaya antisipasi melalui himbauan selalu kami sampaikan”, ucap Nengah Tesan.

Baca Juga : Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Bencana, BPBD Bangli Siapkan Sinergi Lintas Sektor

Sebagai tindak lanjut, kata dia, mengingat di Desa tidak memiliki anggaran untuk melakukan mitigasi bencana dengan melakukan penebangan terhadap pohon-pohon terutama yang besar, maka pihaknya meminta kerjasama BPBD Kabupaten dan BPBD Provinsi untuk membantu melakukan mitigasi.

“Masyarakat kami siap menyerahkan pohon-pohon, terutama yang dipinggir jalan untuk dipotong ataupun ditebang, namun hingga saat ini terbentur anggaran dan butuh pengamanan mengingat keberadaan jalur arus lalu lintas Provinsi”, tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *