DPMPTSP Bangli Dorong Pelaku UMKM Miliki NIB dan Kemampuan Literasi Digital

Persindonesia.Com, Bangli – Guna mempercepat transformasi digital dan legalitas usaha bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bangli, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pelatihan Digitalisasi Berbasis Media Sosial, bertempat di Ruang Rama, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bangli, Jumat (23/1/2026).

Kepala DPMPTSP Kabupaten Bangli, Jetet Hiberon yang membuka kegiatan menyampaikan fokus utama kegiatan ini meliputi; Pertama, terkait dengan Legalitas Tanpa Batas yakni Pendampingan langsung pembuatan NIB melalui sistem OSS bagi para peserta untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha.

Baca Juga : Upaya Mitigasi Terbentur Anggaran, Perbekel Jehem Harap Sinergi Instansi Terkait

Kedua, Literasi Digital yakni, pelatihan strategi pemasaran berbasis media sosial guna memperluas jangkauan pasar produk lokal Bangli di era digital. Ketiga terkait dengan sinergi instansi, yakni berkolaborasi strategis antara DPMPTSP Kabupaten Bangli dan Rumah BUMN Telkom sebagai wujud dukungan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku usaha di Kabupaten Bangli semakin percaya diri untuk naik kelas, memiliki daya saing yang kuat, dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap roda perekonomian daerah”, ujarnya.

Jetet Hiberon menekankan bahwa pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi bagi para pelaku usaha untuk berkembang. Menurutnya, Nomer Induk Berusaha bukan sekadar identitas, melainkan pintu masuk bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengakses berbagai fasilitas pemerintah dan perbankan.

Baca Juga : Pemprov Bali Laporkan Raperda Penyertaan Modal BPD Bali ke Kemendagri, Dirjen Otda Beri Lampu Hijau

Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergisitas antara Pemerintah Daerah dengan Rumah BUMN Telkom Bangli.

“Kami ingin memastikan pelaku usaha di Bangli tidak hanya tertib secara administrasi dengan memiliki NIB, tetapi juga cakap secara digital agar mampu bersaing di pasar global melalui optimalisasi media sosial,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *