Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Asal Jembrana Masih Tertahan di Jepang

Terkendala Biaya,Jenazah PMI,PMI Jembrana,Tertahan di Jepang,Ibaraki,jembrana

Persindonesia.com Jembrana – Duka menyelimuti keluarga I Kadek Mas Heriadi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, yang meninggal dunia di Jepang. Hingga kini, jenazah almarhum belum dapat dipulangkan ke kampung halamannya akibat terkendala biaya pemulangan yang mencapai ratusan juta rupiah.

Upaya pemulangan terus dilakukan oleh rekan-rekan sesama PMI di Jepang. Mereka bahkan bergerak secara sukarela menggalang dana demi membantu membawa pulang jenazah Kadek Mas ke Bali.

Salah seorang penasihat Asosiasi Orang Bali Ibaraki (Asobi) menyebut tingginya biaya pemulangan disebabkan almarhum diketahui berangkat ke Jepang secara unprosedural, sehingga seluruh biaya harus ditanggung mandiri.

“Seluruh biaya ditanggung sendiri dan jumlahnya ratusan juta. Jadi kami sesama pekerja di Jepang berinisiatif membantu biaya pemulangan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Sidak Sejumlah Cafe di Gianyar, Polisi Geledah Pengunjung, LC Hingga Staff

Untuk mempercepat proses, para perantau membentuk dua tim. Satu tim fokus mengurus administrasi pemulangan jenazah hingga ke Bali, sementara tim lainnya bergerak melakukan penggalangan dana.

Mereka menargetkan pengumpulan bantuan selesai dalam waktu satu minggu lantaran biaya penitipan jenazah di Jepang terus berjalan setiap hari.

“Kami masih kekurangan dana. Penitipan jenazah per hari biayanya sekitar Rp1,5 juta,” ungkapnya.

Di tengah upaya tersebut, pihak Asobi menyampaikan apresiasi kepada para PMI di Jepang yang turut menyisihkan bantuan demi memulangkan jenazah almarhum ke tanah air.

Pecah Ban di Melaya, Ambulans Pembawa Jenazah Ringsek Tabrak Rumah Warga

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan Kadek Mas diketahui berangkat ke Jepang sekitar tahun 2012. Namun nama almarhum tidak tercatat dalam data resmi BP3MI.

“Di data BP3MI tidak tercatat nama yang bersangkutan. Tapi saya juga kurang paham aturan magang atau PMI pada tahun itu,” kata Mirah.

Pemerintah daerah saat ini masih berupaya membantu keluarga sekaligus berkoordinasi dengan KBRI, BP3MI, dan paguyuban warga Jembrana di Ibaraki untuk mencari kemungkinan bantuan, termasuk skema asuransi PMI.

“Kami fokus memberikan dukungan kepada keluarga dan masih mengoordinasikan kemungkinan bantuan pembiayaan, karena biasanya ada beberapa skema asuransi bagi PMI maupun peserta magang,” tandasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *