Kasrem 045/Garuda Jaya, Kolonel Inf. Aliyatin Mahmudi, S.I.P, M.Si, M.Han, saat membuka Komsos Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi KBT di Aula Makorem, Rabu (1/7/2026)
Pangkalpinang, persindonesia.com –
Komando Resor Militer (Korem) 045/Garuda Jaya menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) Pembinaan Kesadaran Bela Negara bersama Keluarga Besar TNI (KBT), di Aula Makorem 045/Garuda Jaya, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat semangat nasionalisme serta meningkatkan kesadaran bela negara, di tengah tantangan perkembangan teknologi informasi dan ancaman nonmiliter.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 045/Garuda Jaya, Kolonel Inf. Aliyatin Mahmudi, mengusung tema “Melalui Penguatan Bela Negara, Kita Perkokoh Generasi Muda Keluarga Besar TNI yang Solid, Berkarakter dan Berjiwa Nasionalis”.
Dalam sambutannya, Kasrem menegaskan keluarga besar TNI memiliki komitmen kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun demikian, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya ancaman fisik, melainkan juga penyebaran paham radikalisme, hoaks, dan penyalahgunaan media sosial.

“Saya yakin keluarga besar TNI tetap merah putih dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Namun bagaimana dengan lingkungan di luar? Kita harus bersama-sama mengikuti perkembangan zaman, memahami ancaman yang muncul, termasuk hoaks dan pengaruh negatif media digital agar anak-anak kita tidak mudah terpengaruh,” tegas Kolonel Aliyatin Mahmudi.
Ia juga meminta materi pembinaan yang diberikan kepada masyarakat lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga mampu menjawab persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Mari kita luruskan niat, jalin kebersamaan, dan terus mengajak diri sendiri, keluarga, serta lingkungan untuk berbuat baik demi menjaga persatuan dan komitmen berbangsa dan bernegara,” tambahnya.
Sementara itu, Perwira Seksi Komunikasi Sosial (Pasi Komsos) Korem 045/Garuda Jaya, Mayor Czi Alaigin Hirjoyo, S.H., selaku pemateri menjelaskan partisipasi Keluarga Besar TNI dalam berbagai program, termasuk mendukung minat generasi muda mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI, masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, secara harfiah bela negara merupakan upaya menjaga, memelihara, melindungi, dan mempertahankan eksistensi negara.

“Tegasnya, bela negara dapat diartikan sebagai upaya menjaga dan melindungi keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Mayor Alaigin.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan bela negara memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya Pasal 27 Ayat (3) dan Pasal 30 Ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan serta pertahanan negara. Selain itu, ketentuan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI, tetapi juga melibatkan seluruh rakyat sebagai komponen pendukung pertahanan negara.
Mayor Alaigin juga memaparkan lima nilai dasar bela negara yang harus terus ditanamkan kepada masyarakat, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, meyakini Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal dalam bela negara.
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti perwakilan organisasi Keluarga Besar TNI, di antaranya GM FKPPI, KB FKPPI, PPM, HIPAKAD, dan PPAD.
Melalui kegiatan ini, Korem 045/Garuda Jaya berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara TNI dan Keluarga Besar TNI dalam membangun generasi muda yang berkarakter, nasionalis, serta memiliki kesadaran bela negara yang kokoh di tengah dinamika perkembangan zaman. (B2N)






